Bisa... bisa login!
blog ini belum almarhum....
tapi baiknya kita euthanasia saja ya.... (bener gak ruh nulis euthanasianya yah?)
jadi semuanya pindah ke rumah baru: http://ruthwijaya.wordpress.com/
silahken mampir dan berkunjung yah....
Thursday, June 14, 2007
Wednesday, April 04, 2007
Mudik yo mudik
Another summer day has come and gone away
I'm in Paris and Rome, but I wanna go home
May be surrounded by a million people
I still feel alone, just wanna go home
Oh, I miss you, you know
And I've been keping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two, "I'm fine baby how are you?"
Well, I would send them but I know that it's just not enough
May words are cold and flat and you deserve more than that
Another airplane, another side place I'm lucky I know
but I wanna go home, I gotta go home
Let me go home
I'm just too far from where you are
I wanna come home
And I feel just like I'm living someone else's life
It's like just stepped outside when everything was going right
And I know just why you coul not come along with me
This was not your dream, but you always believed in me
Another winter day has come and gone away
In neither Paris or Rome and I wanna go home
Let me go home
And I'm surrounded by a million people
I still alone, just wanna go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I've had my run
Baby I'm done
I gotta go home
Let me go home
It'll all be alright
I'll be home tonight
I'm coming back home
(Home, Michael Buble's version - It's time)
-----
Can't wait till tomorrow, last working day!
Lalu Jum'at sampai Sabtu minggu depannya aku cuti dan pulang kampung! Entah kenapa, aku pengen banget pulang kali ini, biasanya aku males banget klo disuruh pulang ama nyokap, soalnya selain jauh dan lama di jalan... aku bosen klo pulang pasti ditanyain hal yang sama... trus disuruh kesana-kesini, senyum sana-senyum sini, sambil bilang, "apa kabar tante? Iya, masih di Bandung, kemarin di Paris mah cuman tugas kantor aja, iya, memang sering" atau "belum punya pacar" kadang-kadang aku harus bilang "wah, cariin atuh tante, iya asal yang baik aja"
Huh, tidak bisakah aku dibiarkan tidur seharian, makan sesuka hati dan menikmati liburan? Nggak usah basa-basi busuk sana-sini.
Yah... jadi males pulang deh... tapi kangen sama nasi pecel dan tahu lontong....
I'm in Paris and Rome, but I wanna go home
May be surrounded by a million people
I still feel alone, just wanna go home
Oh, I miss you, you know
And I've been keping all the letters that I wrote to you
Each one a line or two, "I'm fine baby how are you?"
Well, I would send them but I know that it's just not enough
May words are cold and flat and you deserve more than that
Another airplane, another side place I'm lucky I know
but I wanna go home, I gotta go home
Let me go home
I'm just too far from where you are
I wanna come home
And I feel just like I'm living someone else's life
It's like just stepped outside when everything was going right
And I know just why you coul not come along with me
This was not your dream, but you always believed in me
Another winter day has come and gone away
In neither Paris or Rome and I wanna go home
Let me go home
And I'm surrounded by a million people
I still alone, just wanna go home
Oh, I miss you, you know
Let me go home
I've had my run
Baby I'm done
I gotta go home
Let me go home
It'll all be alright
I'll be home tonight
I'm coming back home
(Home, Michael Buble's version - It's time)
-----
Can't wait till tomorrow, last working day!
Lalu Jum'at sampai Sabtu minggu depannya aku cuti dan pulang kampung! Entah kenapa, aku pengen banget pulang kali ini, biasanya aku males banget klo disuruh pulang ama nyokap, soalnya selain jauh dan lama di jalan... aku bosen klo pulang pasti ditanyain hal yang sama... trus disuruh kesana-kesini, senyum sana-senyum sini, sambil bilang, "apa kabar tante? Iya, masih di Bandung, kemarin di Paris mah cuman tugas kantor aja, iya, memang sering" atau "belum punya pacar" kadang-kadang aku harus bilang "wah, cariin atuh tante, iya asal yang baik aja"
Huh, tidak bisakah aku dibiarkan tidur seharian, makan sesuka hati dan menikmati liburan? Nggak usah basa-basi busuk sana-sini.
Yah... jadi males pulang deh... tapi kangen sama nasi pecel dan tahu lontong....
Monday, April 02, 2007
Loli Poli Joli Holiday
Liburan tanggal 21 Maret kemaren, aku diajakin beberapa JSers Jakarta dan Bandung untuk ngumpul. sebagai new comer, tentu... aku semangat. Ada Laurentia, Siska dan Nat dari Jakarta, lalu Sienny, Tita (dan si kecil Lindri) kemudian aku.
Awal petualangan dimulai dengan sarapan di Warung Kopi Purnama di Jl. Alkateri. Serius, namanya Warung Kopi! Bahkan menurut Sienny yang merupakan 'provokator'nya Purnama, pertama kali mencoba ke Purnama, dia agak hesitate, karena tempatnya yang di Alkateri dan pengunjung yang encek-encek. Namun, Sienny memang pejuang yang pantang mundur, saat ini dengan roti dadar ham-nya, Purnama merupakan salah satu tujuan 'wisata' JSers :-D
Kami memilih:
Setelah itu kita ke tukang cakue di Jl. Babatan, untuk berburu Kompiah, sayangnya sampai sana udah keabisan. Ya sudah.
Kemudian, menuruti informasi dari Sienny, kita mencari tukang risoles di Jl. Riau. Katanya, jualannya di depan distro, tapi dasar kita gak terlalu perhatian, sampe ujung Jl. Riau (dan bikin kita mampir di Bawean) tukang risolesnya gak ketemu. Makin gak ketemu, kita jadi terobsesi, tadinya Sienny yang kepengen, jadinya kita semua ikutan terobsesi, dan untuk menemukannya, kita jadi tebal muka, nanya ke semua orang, mulai tukang parkir, tukang jajanan, sampai spg. Ketika kami sudah mulai putus asa, ndadilalah... malah ketemu. Namanya De'Risol, jualannya di parkiran 18th park, depan RS Bersalin Limjati. Nggak rugi juga kita kesitu, risolesnya creamy dan gurih. Ada beberapa pilihan isi, yaitu: ayam, daging, sayuran, keju dan udang (khusus pesanan). Kami pesan yang ayam dan daging. Juaranya: yang ayam (Rp. 5,000/porsi - isi 2 Pcs) karena gurih dan creamy-nya pas. Sedangkan yang daging (Rp. 7,000/porsi - isi 2 Pcs) agak kemanisan.
Puas dengan risoles, kami meluncur ke Superindo di Dago, menjemput Tita. Sambil menyelam, kami beli siomay yang jualan di dekat pintu masuk. Recomended karena rasa ikan yang lekoh dan bumbu kacang yang cukup pedes.
Selesai dengan misi 'menculik' Tita, kami pergi untuk lunch di warung bu Imas di Jl. Dewi Sartika (sebernernya ada tiga tempat, tapi katanya disini yang paling lega). Standard warung makanan Sunda, kami pesan ayam bakar, ayam goreng, babat goreng, gepuk, tahu, pepes jamur. Dan seperti layaknya warung Sunda, complimentarynya adalah lalab, sambel leunca, sambel terasi dan juaranya sambel, sambel kemangi! Hati-hati dengan sambal ini, pedes buanget! Rasa iblis yang sangat dahsyat! Mendeskripsikan rasanya agak sulit, karena rasa cabe rawit yang puedes banget, ada rasa bawang dan sedikit nyegrak, mungkin dikasih gula putih sedikit, itu yang biasa kulakukan untuk bikin sambel yang 'shocking'. Untuk menambah sedikit penjelasan mengenai kepedesan sambel kemangi, berikut adalah reaksi dari teman 'seperjuanganku':
Serunya, ternyata gak semua meja dikasih komplimen sambel setan ini. Hanya meja kami bo! Entah kenapa, mungkin karena tampang kami yang seperti bisa menyantap apa aja ato karena tadi Sienny dan Laurentia yang sempet motret2 makanannya untuk diposting di MP.
Yang jelas, dengan kedahsyatan sambel kemangi ini, aku bakal balik lagi. Ini cocok juga untuk melampiaskan emosi. Daripada marah-marah gak keruan, mending makan pedes dan kalap ngabisin nasi... huehehehe. Dan pas makanan hampir habis, aku menemukan trik untuk mengurangi rasa pedes sambel ini yaitu dimakan bareng babat goreng! Serius, aku jadi bisa nambah sambel karena dimakan bareng babat goreng, rasanya lebih jinak.
Total kerusakan untuk momen panik itu cuma Rp. 77,000 untuk kita berenam. Wow, pelampiasan emosi yang murah meriah bahagia dan hati-hati sakit perut.
Setelah berpeluh ria, atas ide dari Sienny (memang, komandan ini banyak idenya, salut jendral!) kita mendinginkan perut ke Jl. Macan, ada tukang es langganan dia. Wah, seru, es cincaunya pake sirop rasa tradisional, meski enak, rasanya sedikit kemanisan, makanya kita tambahin sama es batu lagi. Es buahnya juga seger, manis asem gitu, dengan potongan buah melon, nanas, pepaya dan bengkuang. Ada kolak pisang juga, penampakan kolaknya agak kurang menggairahkan karena gula aren yang dipake. Tapi rasanya cukup sedap kok.
Sesudah cukup dingin, kami kemudian ke Ciwalk, hanya untuk jalan-jalan ajah, eh sempet beli kaos juga di Mahanagari, kaos yang Bandung Pisan! Dari situ kami ke Warung Laos, sore-sore asyiknya makan pizza manis - banana blackberry dan minum yang seger-seger biar adem, hayuk we... ngadem terus...
Untuk menutup petualangan, sebelum balik ke Jakarta, L, S dan N (waduh... kaya singkatan pejabat ajah...) mampir ke martabak Nikmat di Andir, ngebungkus buat dibawa pulang. Dan sebagai penghuni Bandung selama sepuluh tahun terakhir ini, aku cukup kaget ada martabak keju yang enak di Andir situ, padahal depannya kan pasar yang nggak banget. Thanks to Nat, buat paket icip-icipnya. Memang, yang rasa jagung manis juaranya, rasa manisnya agak tenggelam dengan rasa gurih keju, umh, aku pencinta keju kan... trus juara duanya yang rasa kismis, asem manis gurih. Rasa kacang merah enak juga, tapi compare sama dua rasa itu... kalah deh... Sayangnya, ada yang mengganjal dari rasa martabak itu, ada rasa obat yang mebayangi. Wah... mungkin karena jagung, kismis dan kacang merahnya dari produk kalengan ya? Mungkin.
JSers peternak naga udah bubar, tapi itu bukan berarti petualanganku sendiri sudah selesai. Hiya... hujan lagi... untung jam delapanan udah terang lagi, langsung bacut ke Dago, roti bakar di dekat Holiday Inn... umh...abisnya, rada malem jalan lagi ke C'Mar...
Whua... what a day!
Awal petualangan dimulai dengan sarapan di Warung Kopi Purnama di Jl. Alkateri. Serius, namanya Warung Kopi! Bahkan menurut Sienny yang merupakan 'provokator'nya Purnama, pertama kali mencoba ke Purnama, dia agak hesitate, karena tempatnya yang di Alkateri dan pengunjung yang encek-encek. Namun, Sienny memang pejuang yang pantang mundur, saat ini dengan roti dadar ham-nya, Purnama merupakan salah satu tujuan 'wisata' JSers :-D
Kami memilih:
- Roti dadar Ham: rotinya yang tradisional, tebel dan empuk memang yummy. Lebih yummy lagi kalau rotinya agak gosong, sesuai seleraku.
- Roti dadar sosis: aku kurang bisa ngebedain rasa sosis dan rasa ham-nya, hampir mirip menurutku :-)
- Nasi goreng Purnama: rasanya seperti nasi goreng kampung dengan bumbu rasa bawang yang lekoh, tapi enak kok, hanya kadar pedesnya mesti ditambah kalau menurutku.
- Bacang ketan: rasanya cukup chewy, daging b2-nya enak... :-)
- Untuk minum kami pesan Hot lemon tea, rasanya enak, asem manis. Hanya Siska yang pesan kopi, sesuai dengan tips dari Tita, menghindari rasa yang kemanisan, gula dipesan terpisah.
- Putu ayu: enak, sayangnya pisangnya kurang banyak, kecil, nyempil doang.
- Lupis ketan: manisnya pas. Recomended.
- Lontong oncom: ini juaranya! Oncomnya pedes, gurih, aku saking sukanya sampe nyocolin bacang ke oncomnya.
Setelah itu kita ke tukang cakue di Jl. Babatan, untuk berburu Kompiah, sayangnya sampai sana udah keabisan. Ya sudah.
Kemudian, menuruti informasi dari Sienny, kita mencari tukang risoles di Jl. Riau. Katanya, jualannya di depan distro, tapi dasar kita gak terlalu perhatian, sampe ujung Jl. Riau (dan bikin kita mampir di Bawean) tukang risolesnya gak ketemu. Makin gak ketemu, kita jadi terobsesi, tadinya Sienny yang kepengen, jadinya kita semua ikutan terobsesi, dan untuk menemukannya, kita jadi tebal muka, nanya ke semua orang, mulai tukang parkir, tukang jajanan, sampai spg. Ketika kami sudah mulai putus asa, ndadilalah... malah ketemu. Namanya De'Risol, jualannya di parkiran 18th park, depan RS Bersalin Limjati. Nggak rugi juga kita kesitu, risolesnya creamy dan gurih. Ada beberapa pilihan isi, yaitu: ayam, daging, sayuran, keju dan udang (khusus pesanan). Kami pesan yang ayam dan daging. Juaranya: yang ayam (Rp. 5,000/porsi - isi 2 Pcs) karena gurih dan creamy-nya pas. Sedangkan yang daging (Rp. 7,000/porsi - isi 2 Pcs) agak kemanisan.
Puas dengan risoles, kami meluncur ke Superindo di Dago, menjemput Tita. Sambil menyelam, kami beli siomay yang jualan di dekat pintu masuk. Recomended karena rasa ikan yang lekoh dan bumbu kacang yang cukup pedes.
Selesai dengan misi 'menculik' Tita, kami pergi untuk lunch di warung bu Imas di Jl. Dewi Sartika (sebernernya ada tiga tempat, tapi katanya disini yang paling lega). Standard warung makanan Sunda, kami pesan ayam bakar, ayam goreng, babat goreng, gepuk, tahu, pepes jamur. Dan seperti layaknya warung Sunda, complimentarynya adalah lalab, sambel leunca, sambel terasi dan juaranya sambel, sambel kemangi! Hati-hati dengan sambal ini, pedes buanget! Rasa iblis yang sangat dahsyat! Mendeskripsikan rasanya agak sulit, karena rasa cabe rawit yang puedes banget, ada rasa bawang dan sedikit nyegrak, mungkin dikasih gula putih sedikit, itu yang biasa kulakukan untuk bikin sambel yang 'shocking'. Untuk menambah sedikit penjelasan mengenai kepedesan sambel kemangi, berikut adalah reaksi dari teman 'seperjuanganku':
- Sienny: "Aduh, gw cuma nyolek sekali dan pedes banget, gw kasih kecap aja tapi emang gak diaduk sih" sambil bersimbah peluh.
- Laurentia: "Langsung kerasa ke kepala pedesnya, kok jadi pusing yah" keringet ngucur
- Nat: "emh... emh... " (Nat, makan tespongnya ama sambel, aku) "ya... ntar.. duh... ya... ssssh pedes" (pedes ya? aku) "huh... hah.... sssshhh... pedes banget!"
- Tita: "Pedes ya?" curang, ngga nyolek sedikit pun...
- Siska: "Ati-ati... sambelnya emang edan, pedes banget, kayanya sambel bu Rudi juga kalah deh" huh, dasar... JSer, suka 'ngadu-ngadu' :-D
- Aku: "Iya pedes banget! Juara!" sambil nyolek sambel terus "eh, sambel terasinya kok jadi manis ya?" langsung kesambit piring!
Serunya, ternyata gak semua meja dikasih komplimen sambel setan ini. Hanya meja kami bo! Entah kenapa, mungkin karena tampang kami yang seperti bisa menyantap apa aja ato karena tadi Sienny dan Laurentia yang sempet motret2 makanannya untuk diposting di MP.
Yang jelas, dengan kedahsyatan sambel kemangi ini, aku bakal balik lagi. Ini cocok juga untuk melampiaskan emosi. Daripada marah-marah gak keruan, mending makan pedes dan kalap ngabisin nasi... huehehehe. Dan pas makanan hampir habis, aku menemukan trik untuk mengurangi rasa pedes sambel ini yaitu dimakan bareng babat goreng! Serius, aku jadi bisa nambah sambel karena dimakan bareng babat goreng, rasanya lebih jinak.
Total kerusakan untuk momen panik itu cuma Rp. 77,000 untuk kita berenam. Wow, pelampiasan emosi yang murah meriah bahagia dan hati-hati sakit perut.
Setelah berpeluh ria, atas ide dari Sienny (memang, komandan ini banyak idenya, salut jendral!) kita mendinginkan perut ke Jl. Macan, ada tukang es langganan dia. Wah, seru, es cincaunya pake sirop rasa tradisional, meski enak, rasanya sedikit kemanisan, makanya kita tambahin sama es batu lagi. Es buahnya juga seger, manis asem gitu, dengan potongan buah melon, nanas, pepaya dan bengkuang. Ada kolak pisang juga, penampakan kolaknya agak kurang menggairahkan karena gula aren yang dipake. Tapi rasanya cukup sedap kok.
Sesudah cukup dingin, kami kemudian ke Ciwalk, hanya untuk jalan-jalan ajah, eh sempet beli kaos juga di Mahanagari, kaos yang Bandung Pisan! Dari situ kami ke Warung Laos, sore-sore asyiknya makan pizza manis - banana blackberry dan minum yang seger-seger biar adem, hayuk we... ngadem terus...
Untuk menutup petualangan, sebelum balik ke Jakarta, L, S dan N (waduh... kaya singkatan pejabat ajah...) mampir ke martabak Nikmat di Andir, ngebungkus buat dibawa pulang. Dan sebagai penghuni Bandung selama sepuluh tahun terakhir ini, aku cukup kaget ada martabak keju yang enak di Andir situ, padahal depannya kan pasar yang nggak banget. Thanks to Nat, buat paket icip-icipnya. Memang, yang rasa jagung manis juaranya, rasa manisnya agak tenggelam dengan rasa gurih keju, umh, aku pencinta keju kan... trus juara duanya yang rasa kismis, asem manis gurih. Rasa kacang merah enak juga, tapi compare sama dua rasa itu... kalah deh... Sayangnya, ada yang mengganjal dari rasa martabak itu, ada rasa obat yang mebayangi. Wah... mungkin karena jagung, kismis dan kacang merahnya dari produk kalengan ya? Mungkin.
JSers peternak naga udah bubar, tapi itu bukan berarti petualanganku sendiri sudah selesai. Hiya... hujan lagi... untung jam delapanan udah terang lagi, langsung bacut ke Dago, roti bakar di dekat Holiday Inn... umh...abisnya, rada malem jalan lagi ke C'Mar...
Whua... what a day!
For Matrimonial Purpose - Kavita Daswani
Judul versi bahasa Indonesia dari buku ini adalah: Cinta kan Datang. Novel ini salah satu dari serial Chicklit yang aku suka. Bercerita tentang seorang cewek India yang berjuang menukan cinta untuknya, memang agak 'nggak banget' tapi percakapan yang lucu dan jalan cerita yang menyentuh membuat aku sempat termehe-mehe ketika membacanya. Ini tentang Anju yang hidup di masyarakat yang menganggap seorang gadis tugasnya hanyalah untuk dinikahi, tidak peduli dia akan bahagia dengan hal itu atau tidak.
Berikut salah satu bagian percakapan yang aku suka dari buku ini:
Ayahku menyela. "Apa? Apakah menurutmu dia terlalu pendek?"
"Tidak!" jawabku tegas. "Kau tahu, harus ada getaran yang terjadi di antara dua orang. Semacam hubungan. Kita merasakannya, ada atau tidak ada"
"Aarey, aku tak mengerti apa yang kau katakan," sahut ibuku.
"Mummy, aku hanya ingin bahagia"
"Beti," jawabnya. "Aku tidak ingin kau bahagia. Aku ingin kau menikah"
Anju menyebut dirinya adalah anomali bagi masyarakat dan juga dunia astrologi, karena saking susahnya dia menemukan jodoh, maka dengan kepasrahan seorang anak gadis India, ia mengikuti ibunya berkeliling negeri untuk bertemu orang-orang suci dan guru untuk meminta berkah, supaya jodohnya segera ditemukan. Tapi usaha-usaha itu tidak membuahkan hasil hingga Anju 'melarikan diri' ke New York. Ia menjadi skandal di lingkungannya karena pergi ke 'Umrica' dan tinggal sendiri disana. Hal ini sangat menyiksa Anju, ia hanya ingin bahagia dan menemukan tempatnya di dunia ini.
Singkatnya, cerita tentang Anju berakhir bahagia, ia akhirnya bertemu pangeran impiannya, memang klise, tapi inilah justru yang aku sukai dari cerita fiksi, angan-angan tentang akhir bahagia. Dalam dunia nyata, kebahagian itu seperti di awan-awan, maka di dunia imajinasi, bahagia akan menjadi sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Pada usianya yang ke 36, Anju, si gadis pemberontak yang romantis akhirnya menikah dengan Rohan, pangerannya yang tampan, baik hati dan yang terpenting mereka saling mencintai.
Cerita klise ini mengingatkanku pada banyak hal dalam hidupku.
Mencari cinta! Tentu saja itu hal pertama yang membuatku terbahak. Saat menertawakan Anju yang jatuh bangun dalam usahanya mencari cinta, aku seperti menertawakan diriku sendiri. Tentu saja, aku juga bermimpi, suatu hari aku akan menemukan tempatku di dunia ini dan bertemu dengan belahan jiwaku. Entah, kapan pastinya itu, yang jelas suatu saat nanti.
Hal lain yang membuatku termangu adalah setting India-nya. Selama ini, aku bekerja perusahaan India dengan puluhan ekspatriat India yang nyebelin, sok ngebos, sok penting dan nggak banget; nggak banget ini berarti nggak keren, nggak gaya, bau dan norak. Duh... maaf... aku sepertinya berlebihan. Tapi banyak sekali hal yang membuat aku menjadi apriori dengan para ekspat ini. Namun, buku ini mengingatkanku, bahwa orang-orang ini, terlepas dari karakter individunya yang nyebelin, adalah individu yang menjadi bagian dari suatu budaya. Halah! Mereka manusia yang juga (mungkin) menghadapi tekanan dari masyarakatnya sama seperti aku juga. Sama-sama orang Asia, yang hubungannya dengan keluarga menghabiskan 30 jam dalam sehari. Okay, aku memang tidak berniat untuk bersimpati atau berempati (aku belum sebaik itu) pada ekspat-ekspat itu, hanya saja aku mulai menurunkan kadar apriori dan kesebalanku. Thanks ti Kavita Daswani, yang mengingatkanku, tanpa dia sadari, untuk berkomitmen kembali dengan keinginanku menjadi manusia yang 'open minded'. Aku selama ini, selalu mengatakan bahwa aku manusia universal dan subyektif dalam melihat segala sesuatunya, tapi dalam beberapa waktu terakhir ini, aku tenggelam dalam kesebalanku sama orang-orang busuk itu. Hah! Yah untungnya, belum terlambat untuk memperbaiki sikapku dan memenangkan kembali karakterku. Biarkan saja, ekspat-ekspat itu menganggap kami-kami ini yang orang Indonesia, adalah level budak, kasta buruh tapi yang jelas kualitasku sebagai manusia akan jauh lebih baik daripada mereka. Halah!
Jadi?
Teteup... chayo dalam perjuangan mencari cinta! Waduh...
Berikut salah satu bagian percakapan yang aku suka dari buku ini:
Ayahku menyela. "Apa? Apakah menurutmu dia terlalu pendek?"
"Tidak!" jawabku tegas. "Kau tahu, harus ada getaran yang terjadi di antara dua orang. Semacam hubungan. Kita merasakannya, ada atau tidak ada"
"Aarey, aku tak mengerti apa yang kau katakan," sahut ibuku.
"Mummy, aku hanya ingin bahagia"
"Beti," jawabnya. "Aku tidak ingin kau bahagia. Aku ingin kau menikah"
Anju menyebut dirinya adalah anomali bagi masyarakat dan juga dunia astrologi, karena saking susahnya dia menemukan jodoh, maka dengan kepasrahan seorang anak gadis India, ia mengikuti ibunya berkeliling negeri untuk bertemu orang-orang suci dan guru untuk meminta berkah, supaya jodohnya segera ditemukan. Tapi usaha-usaha itu tidak membuahkan hasil hingga Anju 'melarikan diri' ke New York. Ia menjadi skandal di lingkungannya karena pergi ke 'Umrica' dan tinggal sendiri disana. Hal ini sangat menyiksa Anju, ia hanya ingin bahagia dan menemukan tempatnya di dunia ini.
Singkatnya, cerita tentang Anju berakhir bahagia, ia akhirnya bertemu pangeran impiannya, memang klise, tapi inilah justru yang aku sukai dari cerita fiksi, angan-angan tentang akhir bahagia. Dalam dunia nyata, kebahagian itu seperti di awan-awan, maka di dunia imajinasi, bahagia akan menjadi sesuatu yang mudah untuk didapatkan. Pada usianya yang ke 36, Anju, si gadis pemberontak yang romantis akhirnya menikah dengan Rohan, pangerannya yang tampan, baik hati dan yang terpenting mereka saling mencintai.
Cerita klise ini mengingatkanku pada banyak hal dalam hidupku.
Mencari cinta! Tentu saja itu hal pertama yang membuatku terbahak. Saat menertawakan Anju yang jatuh bangun dalam usahanya mencari cinta, aku seperti menertawakan diriku sendiri. Tentu saja, aku juga bermimpi, suatu hari aku akan menemukan tempatku di dunia ini dan bertemu dengan belahan jiwaku. Entah, kapan pastinya itu, yang jelas suatu saat nanti.
Hal lain yang membuatku termangu adalah setting India-nya. Selama ini, aku bekerja perusahaan India dengan puluhan ekspatriat India yang nyebelin, sok ngebos, sok penting dan nggak banget; nggak banget ini berarti nggak keren, nggak gaya, bau dan norak. Duh... maaf... aku sepertinya berlebihan. Tapi banyak sekali hal yang membuat aku menjadi apriori dengan para ekspat ini. Namun, buku ini mengingatkanku, bahwa orang-orang ini, terlepas dari karakter individunya yang nyebelin, adalah individu yang menjadi bagian dari suatu budaya. Halah! Mereka manusia yang juga (mungkin) menghadapi tekanan dari masyarakatnya sama seperti aku juga. Sama-sama orang Asia, yang hubungannya dengan keluarga menghabiskan 30 jam dalam sehari. Okay, aku memang tidak berniat untuk bersimpati atau berempati (aku belum sebaik itu) pada ekspat-ekspat itu, hanya saja aku mulai menurunkan kadar apriori dan kesebalanku. Thanks ti Kavita Daswani, yang mengingatkanku, tanpa dia sadari, untuk berkomitmen kembali dengan keinginanku menjadi manusia yang 'open minded'. Aku selama ini, selalu mengatakan bahwa aku manusia universal dan subyektif dalam melihat segala sesuatunya, tapi dalam beberapa waktu terakhir ini, aku tenggelam dalam kesebalanku sama orang-orang busuk itu. Hah! Yah untungnya, belum terlambat untuk memperbaiki sikapku dan memenangkan kembali karakterku. Biarkan saja, ekspat-ekspat itu menganggap kami-kami ini yang orang Indonesia, adalah level budak, kasta buruh tapi yang jelas kualitasku sebagai manusia akan jauh lebih baik daripada mereka. Halah!
Jadi?
Teteup... chayo dalam perjuangan mencari cinta! Waduh...
Friday, March 30, 2007
Blue Butterfly Tattoo
Aku punya tattoo kupu-kupu biru di pergelangan tangan kiriku. Tattoo ini dibuat delapan tahun yang lalu saat aku masih kekeuh ingin menjadi seorang penikmat hidup. Halah! Pokonya masih sok idealis gituh! Ada alasan yang cukup kuat hingga aku memutuskan untuk membuat tattoo gambar kupu-kupu bukan gambar bunga, atau kenapa warnanya biru dan letaknya di pergelangan tangan kiri. Adalah satu peristiwa di bulan September 1999 yang sangat mempengaruhi pola pikirku, bahkan hingga kini.
Kupu-kupu menjadi yang 'terpilih' hanya karena ia menggambarkan metamorforsa, ulat berulatyang jelek, masa kepompong yang membosankan dan juga jelek lalu tratara... jadilah kupu-kupu cantik nan menawan. Alasan yang sangat sederhana. Saat itu, aku berpikir, aku mulai bermertamorforsa dan untuk menandainya, mengingatkanku pada komitmen untuk bermertamorforsa dan membuatku tetap fokus pada keinginan untuk menjadi kupu-kupu cantik ini suatu saat. Itu juga yang membuatku merajahkannya di pergelangan tangan kiri, aku mudah melihatnya, ia ada di nadiku, dilewati darahku. Metamorforsa, bagian dari takdir dibawa oleh darah ke seluruh tubuh! Halah!
Lalu soal warna, biru hanyalah alasan romantisme semata. Saat itu aku suka sekali menulis: kupu-kupu biru terbang melintasi nebula ungu. Sounds romantic, right?
Dan jadilah! Hingga kini tattoo itu masih melekat di pergelangan tangan kiri dan menjadi identitasku dan yang terpenting, aku masih menyukainya.
Ketika pertama kali nyokap mengetahui aku punya tattoo, reaksinya sangatlah ketebak, marah! Lengkap dengan penyesalan yang berupa kata-kata, "kok gambar kupu-kupu sih? Kayak cewek nggak bener aja! Dosa tauk!"
Aku cuma diam saja waktu itu, tidak keluar bantahan dari mulutku, tapi dalam hati aku melawannya habis-habisan
Kok gambar kupu-kupu sih? Karena kupu-kupu simbol metamorforsa dan kecantikan.
Kayak cewek gak bener aja? Ah, baru kayak kan... bukan cewek gak bener kan... lagian, yang penting nyokap dan aku sama-sama tahu bahwa aku bukan cewek yang gak bener. Maksud nyokap dengan cewek nggak bener adalah... ya, PSK. Maklumlah, nyokap tumbuh bersama lagu populer Kupu-kupu malam. Maklum juga, nyokap nggak pernah merhatiin bahwa kupu-kupu nggak pernah terbang malem-malem.
Dosa tauk! Wah, untuk point yang ini aku agak kuatir. Mungkin memang iya, bahwa Tuhan tidak menyukai perbuatan yang menyakiti diri sendiri. Tapi pembelaanku adalah: bikin tattoo tidak sakit sama sekali kok. Well, pernyataan ini cukup mengejutkan karena keluar dari mulut seorang yang takut banget disuntik. Point ini menganggu cukup lama, ah... manusia selalu nervous kalau berhadapan dengan dosa.
Hingga empat tahun setelah aku ditattoo, sebenarnya nyokap sudah berhenti ngomel karena capek setelah dua tahun, tapi yah... aku masih kepikiran terus. Thanks God, pencerahan datang lewat Franky Sihombing yang secara mengejutkan juga bertattoo. Suatu ketika, aku mendapat kesempatan bertanya padanya ketika dia sedang konser di Bandung.
"Bang, emangnya tattoo nggak dosa?"
"Tergantung, tujuanmu untuk apa?"
"Saya punya tattoo yang bertujuan untuk mengingatkan saya tentang tujuan saya, tapi ketika si mamah marah dan bilang itu dosa, saya jadi kepikiran terus"
"Kalau kamu ditattoo dan jadi batu sandungan, Tuhan memang tidak menyukainya, all that you can do is berdoa mencari tahu apa rencanaNya mengenai hal itu"
Okay, jawaban itu tidak berkata ya dan tidak berkata tidak, tapi cukup memberiku pembenaran bahwa hidup akan terus bermertamorforsa. Aku akan mengetahui jawabannya mungkin nanti.
Dan hari ini, saat melihat tattooku, aku bisa tersenyum dan bersyukur bahwa hidup yang kujalani sangat menyenangkan (dan bertujuan - halah!). Meski saat ini aku masih berproses, tapi tujuan itu makin jelas kan... menjadi kupu-kupu. Halah! Begitulah.
Intinya, terimakasih Tuhan, untuk duapuluh tujuh tahun yang menyenangkan ini.
Kupu-kupu menjadi yang 'terpilih' hanya karena ia menggambarkan metamorforsa, ulat berulatyang jelek, masa kepompong yang membosankan dan juga jelek lalu tratara... jadilah kupu-kupu cantik nan menawan. Alasan yang sangat sederhana. Saat itu, aku berpikir, aku mulai bermertamorforsa dan untuk menandainya, mengingatkanku pada komitmen untuk bermertamorforsa dan membuatku tetap fokus pada keinginan untuk menjadi kupu-kupu cantik ini suatu saat. Itu juga yang membuatku merajahkannya di pergelangan tangan kiri, aku mudah melihatnya, ia ada di nadiku, dilewati darahku. Metamorforsa, bagian dari takdir dibawa oleh darah ke seluruh tubuh! Halah!
Lalu soal warna, biru hanyalah alasan romantisme semata. Saat itu aku suka sekali menulis: kupu-kupu biru terbang melintasi nebula ungu. Sounds romantic, right?
Dan jadilah! Hingga kini tattoo itu masih melekat di pergelangan tangan kiri dan menjadi identitasku dan yang terpenting, aku masih menyukainya.
Ketika pertama kali nyokap mengetahui aku punya tattoo, reaksinya sangatlah ketebak, marah! Lengkap dengan penyesalan yang berupa kata-kata, "kok gambar kupu-kupu sih? Kayak cewek nggak bener aja! Dosa tauk!"
Aku cuma diam saja waktu itu, tidak keluar bantahan dari mulutku, tapi dalam hati aku melawannya habis-habisan
Kok gambar kupu-kupu sih? Karena kupu-kupu simbol metamorforsa dan kecantikan.
Kayak cewek gak bener aja? Ah, baru kayak kan... bukan cewek gak bener kan... lagian, yang penting nyokap dan aku sama-sama tahu bahwa aku bukan cewek yang gak bener. Maksud nyokap dengan cewek nggak bener adalah... ya, PSK. Maklumlah, nyokap tumbuh bersama lagu populer Kupu-kupu malam. Maklum juga, nyokap nggak pernah merhatiin bahwa kupu-kupu nggak pernah terbang malem-malem.
Dosa tauk! Wah, untuk point yang ini aku agak kuatir. Mungkin memang iya, bahwa Tuhan tidak menyukai perbuatan yang menyakiti diri sendiri. Tapi pembelaanku adalah: bikin tattoo tidak sakit sama sekali kok. Well, pernyataan ini cukup mengejutkan karena keluar dari mulut seorang yang takut banget disuntik. Point ini menganggu cukup lama, ah... manusia selalu nervous kalau berhadapan dengan dosa.
Hingga empat tahun setelah aku ditattoo, sebenarnya nyokap sudah berhenti ngomel karena capek setelah dua tahun, tapi yah... aku masih kepikiran terus. Thanks God, pencerahan datang lewat Franky Sihombing yang secara mengejutkan juga bertattoo. Suatu ketika, aku mendapat kesempatan bertanya padanya ketika dia sedang konser di Bandung.
"Bang, emangnya tattoo nggak dosa?"
"Tergantung, tujuanmu untuk apa?"
"Saya punya tattoo yang bertujuan untuk mengingatkan saya tentang tujuan saya, tapi ketika si mamah marah dan bilang itu dosa, saya jadi kepikiran terus"
"Kalau kamu ditattoo dan jadi batu sandungan, Tuhan memang tidak menyukainya, all that you can do is berdoa mencari tahu apa rencanaNya mengenai hal itu"
Okay, jawaban itu tidak berkata ya dan tidak berkata tidak, tapi cukup memberiku pembenaran bahwa hidup akan terus bermertamorforsa. Aku akan mengetahui jawabannya mungkin nanti.
Dan hari ini, saat melihat tattooku, aku bisa tersenyum dan bersyukur bahwa hidup yang kujalani sangat menyenangkan (dan bertujuan - halah!). Meski saat ini aku masih berproses, tapi tujuan itu makin jelas kan... menjadi kupu-kupu. Halah! Begitulah.
Intinya, terimakasih Tuhan, untuk duapuluh tujuh tahun yang menyenangkan ini.
The Lover After Me
Here I go again I promised myself I wouldn't think of you today
It's been seven month and counting you've move on
I still feel exactly the same
It just that everywhere I go all the building know your name
Like photographs and memories of love
Steel and granite reminders
The city calls your name and I can move on
Ever since you've been gone
The light go out the same
The only different is
You call another name
To your love
To your lover now
To your love
The lover after me
Am I all alone in the universe?
There's no love on these streets
I have given mine away to aworld that didn't want it anyway
So this is my new freedom
It's funny
I don't remember being chained
But nothing seems to make sense anymore
Without you I'm always twenty minutes late
And time goes by so slowly
The nights are cold and lonely
I shouldn't be holding
but I'm still holding for you
Here I go again
I promised myself I wouldn't think of you today
But I'm standing at your doorway
I'm calling out your name because I can't move on
(Affirmation, Savage Garden)
-----
Kemarin, aku terkena 'badai hati' ketika mendapati e-mail yang singkat dari Bapak Manusia Laut, yang membuatku officially jomblo a year ago, memang bukan tujuh bulan yang lalu, tapi lagu Savage Garden bener-bener ngena untuk keadaanku. E-mailnya singkat, cuma basa-basi nggak penting yang standard banget, tapi nggak tau kenapa, ketika membacanya aku langsung berurai air mata termehe-mehe dan hancurlah mood-ku setelah itu. Bahkan, gambar si tampan Lee Dong Gun tidak bisa menghiburku lagi, hiks...
Astaga, aku nggak tahu, whether he find his lover after me or yet to find, tapi yang jelas membayangkannya saja aku sudah leles-lah.
Duh....
It's been seven month and counting you've move on
I still feel exactly the same
It just that everywhere I go all the building know your name
Like photographs and memories of love
Steel and granite reminders
The city calls your name and I can move on
Ever since you've been gone
The light go out the same
The only different is
You call another name
To your love
To your lover now
To your love
The lover after me
Am I all alone in the universe?
There's no love on these streets
I have given mine away to aworld that didn't want it anyway
So this is my new freedom
It's funny
I don't remember being chained
But nothing seems to make sense anymore
Without you I'm always twenty minutes late
And time goes by so slowly
The nights are cold and lonely
I shouldn't be holding
but I'm still holding for you
Here I go again
I promised myself I wouldn't think of you today
But I'm standing at your doorway
I'm calling out your name because I can't move on
(Affirmation, Savage Garden)
-----
Kemarin, aku terkena 'badai hati' ketika mendapati e-mail yang singkat dari Bapak Manusia Laut, yang membuatku officially jomblo a year ago, memang bukan tujuh bulan yang lalu, tapi lagu Savage Garden bener-bener ngena untuk keadaanku. E-mailnya singkat, cuma basa-basi nggak penting yang standard banget, tapi nggak tau kenapa, ketika membacanya aku langsung berurai air mata termehe-mehe dan hancurlah mood-ku setelah itu. Bahkan, gambar si tampan Lee Dong Gun tidak bisa menghiburku lagi, hiks...
Astaga, aku nggak tahu, whether he find his lover after me or yet to find, tapi yang jelas membayangkannya saja aku sudah leles-lah.
Duh....
Thursday, March 29, 2007
Perjodohan
Posting kali ini seolah-olah kembali ke jamannya Siti Nurbaya, sebenarnya begini latar belakangnya:
Kemarin nyokap nelpon malem-malem, nggak malem banget sih sebenernya, baru jam setengah sepuluh, tapi aku udah mulai kemriyep akibat membaca buku TEXTILE: Fiber to fabric - 6th edition (tebel banget dah gitu bahasa Inggris, kok boleh terbit ya? Lagian kok ada juga yang ngotot mau baca ya :D) kembali ke telpon nyopkap, kurang lebih percakapan kami seperti ini.
Me: "Opo mah? Aku dah ada di rumah" biasanya kalo nyokap telpon gitu, apalagi pas weekend, sebenernya itu bagian dari 'penyelidikan' kisah asmara, klo di rumah berarti masih jomblo, kalo lagi jalan pasti ditanya sama sapa, prospek cerah bukan...
Ykp: "Yo wis, dah tidur ta?"
Me: "Belum, lagi belajar" halah! Belajar? Masih sekolah mbak? Wong sudah kemriyep gitu kok...
Ykp: "Yo wis, ra enek opo-opo kok, ngene lo nanti kalo ada yang nelpon kamu ngajak kenalan, ditanggepin yang baik ya"
Me: "???"
Ykp: "Tadi ci Elly telpon, katanya ada yang mau kenalan sama kamu, ya sudah tak kasih nomer telponmu"
Me: "Oke boss" oh... itu toh... ada yang mau nyomblangin tho...
Ykp: "Yo ngono ae, tanggepi yang baik lo ya..."
Me: "Sip!"
Ykp: "Ya sudah... jangan lupa berdoa, Tuhan memberkati"
Me: "Ya mah, God bless you too"
Setelah telpon nyokap, otomatis aku nggak konsen lagi sama buku tebel yang pake bahasa enggres itu, mataku juga nggak kemriyep lagi. Agak cengengesan aku malah membayangkan orang yang mau dikenalin ke aku. Hehehe, norak banget ya, maklum norak is already in my blood... duh, penasaran juga seperti apakah orang yang mau dikenalin ke aku, lucu nggak ya? Cukup moderen dan gaul nggak ya? Punya selera humor yang bagus nggak ya? Dan tiba-tiba aku teringat, dulu nyokap pernah bilang, "aku udah kapoklah ngenal-ngenalin kamu sama cowok, kamu suka malu-maluin" Waduh, kategori malu-maluin itu sebenarnya berarti si cowok tidak tertarik padaku dan vice versa. Nah, siapa yang malu-maluin sebenarnya kalau begini? Memang tidak ada chemical reaction yang bikin deg-deg serrr kok...
Tapi rupanya, niat nyokap itu sudah luntur akibat bener-bener pengen mantu, buktinya sekarang aku dikenalin lagi sama cowok, meski cowok itu juga belum nelpon.
Sebenernya, dari lubuk hati yang paling dalam, ada pertentangan mengenai acara perkenalan ini, antara ikhlas dan nggak ikhlas, lumrahlah, selalu ada dualisme kan... hanya saja untuk menyenangkan nyokap, aku sih memaksa diri untuk ikhlas dan tulus 100%. Nggak ada ruginya kenalan doang, kalo nggak cocok ya sudah, bye-bye yuk da-dah... nambah temen bahasa klisenya. Hanya saja, selalu ada suara kecil di ujung saraf kelabuku yang selalu ngomporin untuk mengacaukan acara perkenalan seperti ini, apa? Dikenalin? Kayak dijodohin ini mah... kok kaya kamu nggak bisa cari cowok sendiri aja sih, sampe mesti dikenal-kenalin sama nyokap. Aduh! negatif banget ya suara itu. Secara, kenyataannya memang sudah setahun ini aku officially jomblo, gak ada gebetan, ttm-an, apalagi pacar... nah lo... sama sekali nggak ada prospek untuk hubungan romantis! Halah!
Jadi, aku memang membutuhkan bantuan dari pihak luar untuk memperkenalkanku pada prospek yang menjanjikan dan dalam hal ini, nyokap mempunyai inisiatif tingkat tinggi.
Whuahh!!
Ya sudah, kita tunggu saja bapak yang katanya mau nelpon aku itu, kita lihat bagaimana nanti saja. Syukur-syukur kalau ada kelanjutan, jadi title-ku bisa berubah menjadi anak yang nggak malu-maluin.
Astaga... aku kan baru duapuluh tujuh tahun... masih punya waktu untuk bersenang-senang, sebegitu menyedihkannya kah jomblo di usia ini?
Kemarin nyokap nelpon malem-malem, nggak malem banget sih sebenernya, baru jam setengah sepuluh, tapi aku udah mulai kemriyep akibat membaca buku TEXTILE: Fiber to fabric - 6th edition (tebel banget dah gitu bahasa Inggris, kok boleh terbit ya? Lagian kok ada juga yang ngotot mau baca ya :D) kembali ke telpon nyopkap, kurang lebih percakapan kami seperti ini.
Me: "Opo mah? Aku dah ada di rumah" biasanya kalo nyokap telpon gitu, apalagi pas weekend, sebenernya itu bagian dari 'penyelidikan' kisah asmara, klo di rumah berarti masih jomblo, kalo lagi jalan pasti ditanya sama sapa, prospek cerah bukan...
Ykp: "Yo wis, dah tidur ta?"
Me: "Belum, lagi belajar" halah! Belajar? Masih sekolah mbak? Wong sudah kemriyep gitu kok...
Ykp: "Yo wis, ra enek opo-opo kok, ngene lo nanti kalo ada yang nelpon kamu ngajak kenalan, ditanggepin yang baik ya"
Me: "???"
Ykp: "Tadi ci Elly telpon, katanya ada yang mau kenalan sama kamu, ya sudah tak kasih nomer telponmu"
Me: "Oke boss" oh... itu toh... ada yang mau nyomblangin tho...
Ykp: "Yo ngono ae, tanggepi yang baik lo ya..."
Me: "Sip!"
Ykp: "Ya sudah... jangan lupa berdoa, Tuhan memberkati"
Me: "Ya mah, God bless you too"
Setelah telpon nyokap, otomatis aku nggak konsen lagi sama buku tebel yang pake bahasa enggres itu, mataku juga nggak kemriyep lagi. Agak cengengesan aku malah membayangkan orang yang mau dikenalin ke aku. Hehehe, norak banget ya, maklum norak is already in my blood... duh, penasaran juga seperti apakah orang yang mau dikenalin ke aku, lucu nggak ya? Cukup moderen dan gaul nggak ya? Punya selera humor yang bagus nggak ya? Dan tiba-tiba aku teringat, dulu nyokap pernah bilang, "aku udah kapoklah ngenal-ngenalin kamu sama cowok, kamu suka malu-maluin" Waduh, kategori malu-maluin itu sebenarnya berarti si cowok tidak tertarik padaku dan vice versa. Nah, siapa yang malu-maluin sebenarnya kalau begini? Memang tidak ada chemical reaction yang bikin deg-deg serrr kok...
Tapi rupanya, niat nyokap itu sudah luntur akibat bener-bener pengen mantu, buktinya sekarang aku dikenalin lagi sama cowok, meski cowok itu juga belum nelpon.
Sebenernya, dari lubuk hati yang paling dalam, ada pertentangan mengenai acara perkenalan ini, antara ikhlas dan nggak ikhlas, lumrahlah, selalu ada dualisme kan... hanya saja untuk menyenangkan nyokap, aku sih memaksa diri untuk ikhlas dan tulus 100%. Nggak ada ruginya kenalan doang, kalo nggak cocok ya sudah, bye-bye yuk da-dah... nambah temen bahasa klisenya. Hanya saja, selalu ada suara kecil di ujung saraf kelabuku yang selalu ngomporin untuk mengacaukan acara perkenalan seperti ini, apa? Dikenalin? Kayak dijodohin ini mah... kok kaya kamu nggak bisa cari cowok sendiri aja sih, sampe mesti dikenal-kenalin sama nyokap. Aduh! negatif banget ya suara itu. Secara, kenyataannya memang sudah setahun ini aku officially jomblo, gak ada gebetan, ttm-an, apalagi pacar... nah lo... sama sekali nggak ada prospek untuk hubungan romantis! Halah!
Jadi, aku memang membutuhkan bantuan dari pihak luar untuk memperkenalkanku pada prospek yang menjanjikan dan dalam hal ini, nyokap mempunyai inisiatif tingkat tinggi.
Whuahh!!
Ya sudah, kita tunggu saja bapak yang katanya mau nelpon aku itu, kita lihat bagaimana nanti saja. Syukur-syukur kalau ada kelanjutan, jadi title-ku bisa berubah menjadi anak yang nggak malu-maluin.
Astaga... aku kan baru duapuluh tujuh tahun... masih punya waktu untuk bersenang-senang, sebegitu menyedihkannya kah jomblo di usia ini?
Wednesday, March 28, 2007
Setan Bantal - Datang tak diundang pulang tak diantar
Whalah! seram sekali judul postingnya yak...
Tapi memang begitulah keadaan aku tiga hari ini, sejak Senin kemarin, terkena setan bantal alias tengengen, waduh apa ya bahasa Indonesianya tengeng? Ada yang bisa menjawab? (hah, kaya blog ini ada yang mbaca aja pake acara nanya... hehehe) Ha... aku tahu, salah urat! He-eh, jadi susah menoleh ke kanan, sibuk aja mengoleskan Jouvence - Gelee Ultra Fresh - Jambes fatiguues -Drainant express, yang intinya berarti obat pegel-pegel! (gitu aja kok mbelit-mbelit, panjang, ha... kuota postingan...) tapi yang ada tengeng ini malah tidak sembuh-sembuh, tetep aja pegel linu. Berbagai cara, selain mengoleskan obat yang namanya panjang tadi, juga sudah dilakukan, misalnya, mengusap idu basin (waduh, sumpe lo? kata si mamah sih gitu... tau idu basin kan? liur pas bangun tidur banget, sebelum gosok gigi... yaiks banget kan?!), menepuk-nepuk bantal sepaket dengan menjemurnya, trus mengkompres bahu dengan air hangat. Sayangnya, berbagai cara itu tidak berhasil (iya, termasuk cara yang nggilani itu) dan hingga detik ini, aku masih mengusap-usap bahu yang kesambet setan bantal itu.
Whua... kapan sih setan ini pergi dan tidak mengganggu acara penolehanku lagi? Cepetanlah pulang, hush... hush... jangan menggangguku lagi! Aku nggak kunjung-kunjung selesai mengumpat setan bantal, tiba-tiba aku teringat kemaren pagi, waktu sarapan di kupat tahu langganan, depannya hotel Nyland. Yang jualan biasannya si mang-mang, trus sekarang ganti istrinya, pas ditanya, "teh, naha lain si mang yang jualan? Tumben teteh?" inilah contoh orang yang tidak konsisten, suaminya dipanggil mang, eh istrinya dipanggil teteh.
"Ini neng, suami saya teh lagi sakit, anak saya yang paling kecil juga sakit"
Jawaban super komplit, karena menambah unsur anak, "wah, sakit apa teh? Emang anaknya berapa sih?" nah, ini pertanyaan yang gak nyambung, udah nanya anak sakit kok nanya ada berapa anaknya... ck...ck... neng, lain kali klo nanya agak kreatip dikit dong...
"Suami teh sakit tipes, ari anak saya sakit DBD"
Puas lu... pertanyaan tentang jumlah anak gak dapet jawaban kan... "oh... jadi sekarang pada di rumah? nggak opname kan?" ck... ck... basa-basi makin berlanjut, maksudnya biar dapet tambahan toge ya mbak...
"Sempet opname anak mah, tapi sekarang udah pulang, kalo suami mah nggak, sekarang lagi pulang di Tasik, biar istirahat, saya yang gantiin jualan, ya lumayan biar bisa nambah-nambah"
"Oh..." udah spechless... pertanyaan abis.
Eh, gantian si teteh yang nanya, "ari sekarang jam berapa?"
"Jam setengah sembilan"
"Ari teteh kerja masuk jam berapa?"
"Jam delapan" apa? masuk jam delapan jam setengah sembilan masih nongkrong di tukang kupat? Jangan sampe hrd baca postingan ini...
"Ijin gitu teh?"
"Nggak juga, males aja bangun pagi, jadi ketinggalan jemputan, trus sekarang mau nebeng temen yang juga berangkat siang"
"Oh.. enak yah kalo pegawai mah.. apalagi yang disayang si bos... kaya si teteh"
Waduh... apalagi ini? jangan-jangan si teteh tukang kupat ini mata-matanya hrd?
"Kalo yang dagang gini mah teh, susah..." nah ya... kayanya akan ada episode airmata nih, "saya mah, udah takut kalo dah jam sembilan, soalnya udah sepi, takut nggak bisa setor, sekarang masih kurang nih, beberapa hari ini nombok terus, mana suami sakit, anak sakit, satunya lagi perlu jajan di sekolah, susah saya mah, jalan kayanya buntu"
Aduh... aku mulai mengurut bahu, kemaren pegelnya lebih pegel sih daripada sekarang, "yah... yang sabar aja teh, da orang dagang mah gitu... kadang rame kadang nggak"
Dan untunglah aku terselamatkan, tebengan datang dan aku langsung cabut. Di jalan sempet sih kepikiran, karunya juga orang-orang kecil seperti si teteh itu, yang deg-degan tiap hari nungguin uang, berharap paling nggak setoran ketutup. Tapi ya udah, abis itu lupa lagi, karena aku terlalu sibuk sama setan bantal.
Hari ini, saat memijit-mijit bahu, aku teringat sama si teteh tukang kupat tahu, duh... aku jadi merasa nggak enak, penderitaan setan bantal ini kan nggak seberapa dibanding dia yang suaminya sakit tipes, anak dbd trus anak yang lainnya sekolah belum lagi pusing uang setoran... whua... kok kayanya compare to her life kok aku ini penggerutu banget ya...
hiks... ya sudah, sekarang nggak mau menggerutu lagi lah... biarin si setan bantal ini... toh dia datang memang tak diundang dan pulang tak diantar, bentar lagi juga sembuh kali ya...
Nah, apa hubungannya setan bantal sama kupat tahu? Hah! another 'nggak penting banget' posting deh...
Tapi memang begitulah keadaan aku tiga hari ini, sejak Senin kemarin, terkena setan bantal alias tengengen, waduh apa ya bahasa Indonesianya tengeng? Ada yang bisa menjawab? (hah, kaya blog ini ada yang mbaca aja pake acara nanya... hehehe) Ha... aku tahu, salah urat! He-eh, jadi susah menoleh ke kanan, sibuk aja mengoleskan Jouvence - Gelee Ultra Fresh - Jambes fatiguues -Drainant express, yang intinya berarti obat pegel-pegel! (gitu aja kok mbelit-mbelit, panjang, ha... kuota postingan...) tapi yang ada tengeng ini malah tidak sembuh-sembuh, tetep aja pegel linu. Berbagai cara, selain mengoleskan obat yang namanya panjang tadi, juga sudah dilakukan, misalnya, mengusap idu basin (waduh, sumpe lo? kata si mamah sih gitu... tau idu basin kan? liur pas bangun tidur banget, sebelum gosok gigi... yaiks banget kan?!), menepuk-nepuk bantal sepaket dengan menjemurnya, trus mengkompres bahu dengan air hangat. Sayangnya, berbagai cara itu tidak berhasil (iya, termasuk cara yang nggilani itu) dan hingga detik ini, aku masih mengusap-usap bahu yang kesambet setan bantal itu.
Whua... kapan sih setan ini pergi dan tidak mengganggu acara penolehanku lagi? Cepetanlah pulang, hush... hush... jangan menggangguku lagi! Aku nggak kunjung-kunjung selesai mengumpat setan bantal, tiba-tiba aku teringat kemaren pagi, waktu sarapan di kupat tahu langganan, depannya hotel Nyland. Yang jualan biasannya si mang-mang, trus sekarang ganti istrinya, pas ditanya, "teh, naha lain si mang yang jualan? Tumben teteh?" inilah contoh orang yang tidak konsisten, suaminya dipanggil mang, eh istrinya dipanggil teteh.
"Ini neng, suami saya teh lagi sakit, anak saya yang paling kecil juga sakit"
Jawaban super komplit, karena menambah unsur anak, "wah, sakit apa teh? Emang anaknya berapa sih?" nah, ini pertanyaan yang gak nyambung, udah nanya anak sakit kok nanya ada berapa anaknya... ck...ck... neng, lain kali klo nanya agak kreatip dikit dong...
"Suami teh sakit tipes, ari anak saya sakit DBD"
Puas lu... pertanyaan tentang jumlah anak gak dapet jawaban kan... "oh... jadi sekarang pada di rumah? nggak opname kan?" ck... ck... basa-basi makin berlanjut, maksudnya biar dapet tambahan toge ya mbak...
"Sempet opname anak mah, tapi sekarang udah pulang, kalo suami mah nggak, sekarang lagi pulang di Tasik, biar istirahat, saya yang gantiin jualan, ya lumayan biar bisa nambah-nambah"
"Oh..." udah spechless... pertanyaan abis.
Eh, gantian si teteh yang nanya, "ari sekarang jam berapa?"
"Jam setengah sembilan"
"Ari teteh kerja masuk jam berapa?"
"Jam delapan" apa? masuk jam delapan jam setengah sembilan masih nongkrong di tukang kupat? Jangan sampe hrd baca postingan ini...
"Ijin gitu teh?"
"Nggak juga, males aja bangun pagi, jadi ketinggalan jemputan, trus sekarang mau nebeng temen yang juga berangkat siang"
"Oh.. enak yah kalo pegawai mah.. apalagi yang disayang si bos... kaya si teteh"
Waduh... apalagi ini? jangan-jangan si teteh tukang kupat ini mata-matanya hrd?
"Kalo yang dagang gini mah teh, susah..." nah ya... kayanya akan ada episode airmata nih, "saya mah, udah takut kalo dah jam sembilan, soalnya udah sepi, takut nggak bisa setor, sekarang masih kurang nih, beberapa hari ini nombok terus, mana suami sakit, anak sakit, satunya lagi perlu jajan di sekolah, susah saya mah, jalan kayanya buntu"
Aduh... aku mulai mengurut bahu, kemaren pegelnya lebih pegel sih daripada sekarang, "yah... yang sabar aja teh, da orang dagang mah gitu... kadang rame kadang nggak"
Dan untunglah aku terselamatkan, tebengan datang dan aku langsung cabut. Di jalan sempet sih kepikiran, karunya juga orang-orang kecil seperti si teteh itu, yang deg-degan tiap hari nungguin uang, berharap paling nggak setoran ketutup. Tapi ya udah, abis itu lupa lagi, karena aku terlalu sibuk sama setan bantal.
Hari ini, saat memijit-mijit bahu, aku teringat sama si teteh tukang kupat tahu, duh... aku jadi merasa nggak enak, penderitaan setan bantal ini kan nggak seberapa dibanding dia yang suaminya sakit tipes, anak dbd trus anak yang lainnya sekolah belum lagi pusing uang setoran... whua... kok kayanya compare to her life kok aku ini penggerutu banget ya...
hiks... ya sudah, sekarang nggak mau menggerutu lagi lah... biarin si setan bantal ini... toh dia datang memang tak diundang dan pulang tak diantar, bentar lagi juga sembuh kali ya...
Nah, apa hubungannya setan bantal sama kupat tahu? Hah! another 'nggak penting banget' posting deh...
Monday, March 26, 2007
I (don't) like Monday!
Suka nggak suka, mau nggak mau, hari ini hari Senin!
Rasanya males banget yah... makin lama makin terobsesi untuk bisa bekerja dari rumah, freelance ato... jadi ibu rumah tangga aja deh... (hehehe kok gitu...). Semalem, aku sudah mempersiapkan diri baik-baik untuk menjalani hari ini, tapi sayangnya, pas bangun tetep aja telat, jadi deh hari ini aku rendevouz sama miu-miu lagi... karena ketinggalan jemputan. Tapi, ambil fun-nya aja ya, semalem kan nonton Rossi, yippy! dia menang! Jadi, hari ini aku agak semangat juga mengendarai miu-miu... hehehe
Like it or not, today is Monday! Jadi? Yah... nikmati saja nak... kerja ayo kita kerja!
(Jadi, inti posting ini teh naon nya'? meni teu penting pisan...)
Rasanya males banget yah... makin lama makin terobsesi untuk bisa bekerja dari rumah, freelance ato... jadi ibu rumah tangga aja deh... (hehehe kok gitu...). Semalem, aku sudah mempersiapkan diri baik-baik untuk menjalani hari ini, tapi sayangnya, pas bangun tetep aja telat, jadi deh hari ini aku rendevouz sama miu-miu lagi... karena ketinggalan jemputan. Tapi, ambil fun-nya aja ya, semalem kan nonton Rossi, yippy! dia menang! Jadi, hari ini aku agak semangat juga mengendarai miu-miu... hehehe
Like it or not, today is Monday! Jadi? Yah... nikmati saja nak... kerja ayo kita kerja!
(Jadi, inti posting ini teh naon nya'? meni teu penting pisan...)
Saturday, March 24, 2007
Ms. Warkop Tjap Putri Duyung
Barusan aja, aku menemukan satu istilah yang lucu banget, yaitu warkop tjap putri duyung alias starbucks. Hehehe... terimakasih kepada pak Irvan - JS yang sudah melontarkan istilah ini, aku minjem ya pak...
Begitu membaca Starbucks, aku langsung teringat sama satu teman yang Starbukcs minded... umh, beneran, apa-apa dia langsung bilang, mau ngupi-ngupi di Starbuck, dan dia merasa keren banget kalo sudah begitu. Jadinya, mulai dari driver sampe biang gossip (sapa ya...) kantor tau semua kalo si ibu satu ini maniak Starbucks. Yang bikin citranya negatif, karena si ibu ini, sedikit ngenyek dan sok keren kalau menyangkut gaya hidup. Dia menganggap, ukuran keren tuh kalo sudah ngupi-ngupi di Starbucks, punya pacar bule, trus bajunya bermerek. Nah, sebagai pekerja pabrik, standard seperti itu sebenarnya tidak perlu diproklamasikan, kurang wise-lah... Serunya, dia selalu nanya aku gini, "kamu pernah gak ngupi-ngupi di Starbucks? makan cheese cake-nya?" astaga... bukannya aku sok keren, tapi kok ya gak penting banget ya nanyain itu ke aku, secara... aku-kan cewek paling gaul di kantor... hehehehe sumbung juga neh... tanya aja tempat makan paling happening di Bandung, aku pasti bisa menjawab... (yah, menjawab saja kan yang paling gampang nggak tau... hehehe). Mau makan dimana hayuk saja, mulai dari kaki lima (yang paling rame bebek goreng! hayuk teh Nono, kita berekspedisi lagi) sampai cafe yang aneh2, yang teranyar, aku dan teman-teman mau nyoba Blind cafe, nanti deh review-nya.
Balik lagi ke Ms. Starbucks, aku cukup sebal sama dia, karena gaya ngesoknya itu... nah... karena dapat istilah baru, aku bisa balas dendam dengan menyebutnya: Ms. Warkop Tjap Putri Duyung! hehehehe kebetulan sekali, rambut dia tuh panjang dan keriting dan selalu digerai... hiii....
Begitu membaca Starbucks, aku langsung teringat sama satu teman yang Starbukcs minded... umh, beneran, apa-apa dia langsung bilang, mau ngupi-ngupi di Starbuck, dan dia merasa keren banget kalo sudah begitu. Jadinya, mulai dari driver sampe biang gossip (sapa ya...) kantor tau semua kalo si ibu satu ini maniak Starbucks. Yang bikin citranya negatif, karena si ibu ini, sedikit ngenyek dan sok keren kalau menyangkut gaya hidup. Dia menganggap, ukuran keren tuh kalo sudah ngupi-ngupi di Starbucks, punya pacar bule, trus bajunya bermerek. Nah, sebagai pekerja pabrik, standard seperti itu sebenarnya tidak perlu diproklamasikan, kurang wise-lah... Serunya, dia selalu nanya aku gini, "kamu pernah gak ngupi-ngupi di Starbucks? makan cheese cake-nya?" astaga... bukannya aku sok keren, tapi kok ya gak penting banget ya nanyain itu ke aku, secara... aku-kan cewek paling gaul di kantor... hehehehe sumbung juga neh... tanya aja tempat makan paling happening di Bandung, aku pasti bisa menjawab... (yah, menjawab saja kan yang paling gampang nggak tau... hehehe). Mau makan dimana hayuk saja, mulai dari kaki lima (yang paling rame bebek goreng! hayuk teh Nono, kita berekspedisi lagi) sampai cafe yang aneh2, yang teranyar, aku dan teman-teman mau nyoba Blind cafe, nanti deh review-nya.
Balik lagi ke Ms. Starbucks, aku cukup sebal sama dia, karena gaya ngesoknya itu... nah... karena dapat istilah baru, aku bisa balas dendam dengan menyebutnya: Ms. Warkop Tjap Putri Duyung! hehehehe kebetulan sekali, rambut dia tuh panjang dan keriting dan selalu digerai... hiii....
Friday, March 23, 2007
Jum'at Gate
Kalau ditanya, dalam seminggu, paling suka hari apa? Aku pasti langsung bilang hari Jum'at (kecuali ada hari lain dalam minggu itu yang tanggal merah). Kenapa? Karena hari Jum'at menyenangkan! halah! Karena... hari Jum'at itu sebelum hari Sabtu (ya iyalah...) berarti penantianku ke hari libur makin dekat, gini nih penggambarannya... asyik euy udah Jum'at, besok udah Sabtu kerja cuma setengah hari, abis Sabtu trus Minggu libur!!! Gitu deh... kebayangkan betapa menyenangkannya, setelah melewati hari Senin, Selasa, Rabu dan Kamis kemudian sampailah kita ke hari Jum'at. Selain itu, ada alasan lain mengapa hari Jum'at sangat menyenangkan, istriahat siang dua jam, udah gitu pulang kantor jam empat, memang hanya beda tigapuluh menit dari hari-hari lainnya kecuali Sabtu yang kita pulang jam duabelas, tapi tigapuluh menit itu berarti banyak lo... benar-benar seperti bonus! Nah, kalau pulang cepat merupakan salah satu tolok ukur hari yang menyenangkan, mengapa hari Sabtu tidak dikatakan hari yang menyenangkan? Karena... aku males kerja hari Sabtu, maunya libur aja! Whua... kemaruk...
Wednesday, March 21, 2007
Blank!
Pernah nggak, ngalamin yang namanya nggak bisa mikir sama sekali? Nggak bisa inget apapun? Trus juga nggak punya daya mau ngapain aja?
Kayaknya, semua orang pasti pernah, tapi kenapa pada kasusku kok masa nge-blank ini lama banget ya? aduh... jadi makin mereasa oon...
Ada yang tahu apa sebabnya?
Kayaknya, semua orang pasti pernah, tapi kenapa pada kasusku kok masa nge-blank ini lama banget ya? aduh... jadi makin mereasa oon...
Ada yang tahu apa sebabnya?
Friday, February 16, 2007
Message in the bottle
Hi...
Aduh, lama sekali ya, aku tidak menulis blog... yah... maklumlah... ternyata disiplin untuk menjadi penulis belum ada... hehehehe
Jadi, kabar terbaru tentang aku sekarang adalah... aku dipindahin ke divisi baru di kantor. hiks, antara seneng dan sedih, seneng karena ini kesempatan besar untuk berkembang dan jadi pinter, tapi sedih juga, karena aku harus meninggalkan comfort zone, trus, karena ini divisi baru kerjaanku masih yang ngacak banget, memang sih, judulnya aku masih jadi sales & marketing, tapi ini produk baru dan customernya pun masih di awang-awang, kerja keras untuk branding dan memperkenalkan diri ke customer, tapi kesibukannya nggak sebanding dengan kerjaan lama... setelah dipindahin, kok aku malah jadi missing headache-nya kerjaan lama yah.... heehehe... yah, aku ambil hikmahnya sajah, karyawan berprestasi kan memang selalu begini, dipindahin ke divisi baru atau divisi yang nggak maju-maju... hehehehe dalam kasusku dipindahin ke divisi baru sekaligus 'liburan sejenak dari 'sakit kepala'nya fabric business.
I hope for better ajalah ya...
Aduh, lama sekali ya, aku tidak menulis blog... yah... maklumlah... ternyata disiplin untuk menjadi penulis belum ada... hehehehe
Jadi, kabar terbaru tentang aku sekarang adalah... aku dipindahin ke divisi baru di kantor. hiks, antara seneng dan sedih, seneng karena ini kesempatan besar untuk berkembang dan jadi pinter, tapi sedih juga, karena aku harus meninggalkan comfort zone, trus, karena ini divisi baru kerjaanku masih yang ngacak banget, memang sih, judulnya aku masih jadi sales & marketing, tapi ini produk baru dan customernya pun masih di awang-awang, kerja keras untuk branding dan memperkenalkan diri ke customer, tapi kesibukannya nggak sebanding dengan kerjaan lama... setelah dipindahin, kok aku malah jadi missing headache-nya kerjaan lama yah.... heehehe... yah, aku ambil hikmahnya sajah, karyawan berprestasi kan memang selalu begini, dipindahin ke divisi baru atau divisi yang nggak maju-maju... hehehehe dalam kasusku dipindahin ke divisi baru sekaligus 'liburan sejenak dari 'sakit kepala'nya fabric business.
I hope for better ajalah ya...
Tuesday, March 28, 2006
Hong Kong, 28 Maret 2006
Wa yao....
Berharap, jika ada di luar negeri aku tidak akan bosan, karena negara baru setidaknya, ada yang dilihat.
Tapi hari ini aku luar biasa bosan. Aku sedang di Hong Kong, untuk tugas kantor, ada pameran, dan aku jadi spg, hehehehehe anggap saja begitu. The fair is very slow, and make me really bored. Akhirnya, aku buka2 web yang gak jelas gitu, download lagu, download movie... hehehe padahal kalo aku di kantor mana mungkin.
Tadinya, exicted sekali waktu disuruh ke Hong Kong, wah... Hong Kong bo... aku bisa belanja-belanji, gak kaya kmaren waktu ke eropa, uang saku gak banyak, tabungan unt belanja gak ada juga, hehehehe jadi cuma foto2 aja terus...
Anyway, seharusnya aku bersyukur ya.... hari ini less work, jadi bisa download yg nggak2, klo hari biasa kan nggak mungkin...
ah...
Berharap, jika ada di luar negeri aku tidak akan bosan, karena negara baru setidaknya, ada yang dilihat.
Tapi hari ini aku luar biasa bosan. Aku sedang di Hong Kong, untuk tugas kantor, ada pameran, dan aku jadi spg, hehehehehe anggap saja begitu. The fair is very slow, and make me really bored. Akhirnya, aku buka2 web yang gak jelas gitu, download lagu, download movie... hehehe padahal kalo aku di kantor mana mungkin.
Tadinya, exicted sekali waktu disuruh ke Hong Kong, wah... Hong Kong bo... aku bisa belanja-belanji, gak kaya kmaren waktu ke eropa, uang saku gak banyak, tabungan unt belanja gak ada juga, hehehehe jadi cuma foto2 aja terus...
Anyway, seharusnya aku bersyukur ya.... hari ini less work, jadi bisa download yg nggak2, klo hari biasa kan nggak mungkin...
ah...
Wednesday, January 18, 2006
Kentut & Me
Kentut, memalukan dan tidak sopan, tapi klo kita nggak bisa kentut juga panik. Aku... (jadi malu0 mudah sekali kentut klo cuaca lagi dingin banget. Dan seneng banget klo dah bisa kentut. Kebetulan, kmaren waktu surf, menemukan artikel yg cukup menarik mengenai kentut.
1. Dari mana asal kentut?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteria dalam perut.
2. Apa komposisi kentut? Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteria serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteria juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteria dalam usus, berapa lama kita menahan kentut.
Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.
3. Kenapa kentut berbau busuk?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.
4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi?
Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas.
5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteria yang berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,tapi SBD (Silent But Deadly)
6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.
7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?
Kerana density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas?Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorongisinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, iaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gasakan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yang rumit & berbelit-belit.
8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain?
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter' dengan 'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.
9. Apakah setiap orang kentut?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggal pun orang masih bisa kentut.
10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan?
Tidak ada kaitannya dengan gender... Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, & saat kentut banyak sekali jumlah yang dikeluarkan.
11. Saat apa biasanya orang kentut?
Pagi hari di toilet yang disebut "morning thunder". Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.
12. Mengapa makan kacang-kanagan menyebabkan banyak kentut?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, kubis, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).
13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).
14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang?
Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.
15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor.. Tapi bermigrasi ke bahagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap,tapi hanya mengalami penundaan.
16. Mungkinkah kentut terbakar?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen.
17. Bisakah menyalakan korek api (mancis) dengan kentut?
Jangan mengada-ada... konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.
18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk?
Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti kambing, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.
19. Betulkah pening kepala kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin sedikit saja anda mengalami pening kepala kalau mencium bau kentut terlalu banyak.
20. Apakah warna kentut?
Tidak berwarna. Kalau warnanya orange seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.
21. Apakah kentut itu asid, bes atau neutral?
Asid, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).
22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.
jadi....siapa yang pengen kentut, trus biar ga ketauan, n ga ganggu org dengan bau kentut kamu yg semerbak...pergi aja ke VENUS, hehhehee.....
/** * Ini email dari milis punya LaPNet Gundar.... * Silahkan gunakan milis ini dengan bijaksana untuk berkomunikasi * dengan assisten, staff, atau alumni LaPNet yang tersebar di dunia ini * * Jangan mengirimkan SPAM.... we hate 'em. * * Terahir... have fun!!!
1. Dari mana asal kentut?
Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, gas yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteria dalam perut.
2. Apa komposisi kentut? Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteria serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteria juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteria dalam usus, berapa lama kita menahan kentut.
Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.
3. Kenapa kentut berbau busuk?
Bau kentut karena kandungan hidrogen sulfida & merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyak sulfida & merkaptan diproduksi oleh bakteri dalam perut, & makin busuklah kentut anda. Telur & daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya.
4. Kenapa kentut menimbulkan bunyi?
Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas.
5. Kenapa kentut yang busuk itu hangat & tidak bersuara?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri & proses pencernaan memproduksi panas, hasil sampingnya adalah gas busuk. Ukuran gelembung gas lebih kecil, hangat & jenuh dengan produk metabolisme bakteria yang berbau busuk. Ini kemudian menjadi kentut, walau hanya kecil volumenya,tapi SBD (Silent But Deadly)
6. Berapa banyak kentut diproduksi sehari?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.
7. Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?
Kerana density-nya lebih ringan, kenapa gas kentut tidak melakukan perjalanan ke atas?Tidak demikian. Gerak peristaltik usus mendorongisinya ke arah bawah. Tekanan di sekitar anus lebih rendah. Gerak peristaltik usus menjadikan ruang menjadi bertekanan, sehingga memaksa isi usus, termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah, iaitu sekitar anus. Dalam perjalanan ke arah anus, gelembung-gelembung kecil bergabung jadi gelembung besar. Kalau tidak ada gerak peristaltik, gelembung gasakan menerobos ke atas lagi, tapi tidak terlalu jauh, karena bentuk usus yang rumit & berbelit-belit.
8. Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan ke hidung orang lain?
Tergantung kondisi udara, seperti kelembaban, suhu, kecepatan & arah angin, berat molekul gas kentut, jarak antara 'transmitter' dengan 'receiver'. Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar & konsentrasinya berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara & hilang ditelan udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit, seperti lift, mobil, konsentrasinya lebih banyak, sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding.
9. Apakah setiap orang kentut?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggal pun orang masih bisa kentut.
10. Betulkah laki-laki kentut lebih sering daripada perempuan?
Tidak ada kaitannya dengan gender... Kalau benar, berarti perempuan menahan kentutnya, & saat kentut banyak sekali jumlah yang dikeluarkan.
11. Saat apa biasanya orang kentut?
Pagi hari di toilet yang disebut "morning thunder". Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.
12. Mengapa makan kacang-kanagan menyebabkan banyak kentut?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna tubuh. Gula tsb (raffinose, stachiose, verbascose) jika mencapai usus, bakteri di usus langsung berpesta pora & membuat banyak gas. Jagung, kubis, susu juga penyebab banyak kentut (bukan baunya!).
13. Selain makanan, apa saja penyebab kentut?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).
14. Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang?
Tidak... sendawa muncul dari perut, komposisi kimianya lain dengan kentut. Sendawa mengandung udara lebih banyak, kentut mengandung gas yang diproduksi oleh bakteri lebih banyak.
15. Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor.. Tapi bermigrasi ke bahagian atas menuju usus & pada gilirannya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap,tapi hanya mengalami penundaan.
16. Mungkinkah kentut terbakar?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (gas alam mengandung komponen ini juga). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen.
17. Bisakah menyalakan korek api (mancis) dengan kentut?
Jangan mengada-ada... konsistensinya lain. Juga suhunya tidak cukup panas untuk memulai pembakaran.
18. Mengapa kentut anjing & kucing lebih busuk?
Karena anjing & kucing adalah karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein. Protein mengandung banyak sulfur, jadi bau kentut binatang ini lebih busuk. Lain dengan herbivora seperti kambing, kuda, gajah, yang memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tapi relatif tidak berbau.
19. Betulkah pening kepala kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut?
Kentut mengandung sedikit oksigen, mungkin sedikit saja anda mengalami pening kepala kalau mencium bau kentut terlalu banyak.
20. Apakah warna kentut?
Tidak berwarna. Kalau warnanya orange seperti gas nitrogen oksida, akan ketahuan siapa yang kentut.
21. Apakah kentut itu asid, bes atau neutral?
Asid, karena mengandung karbondioksisa (CO2) & hidrogen sulfida (H2S).
22. Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di planet Venus?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur (belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.
jadi....siapa yang pengen kentut, trus biar ga ketauan, n ga ganggu org dengan bau kentut kamu yg semerbak...pergi aja ke VENUS, hehhehee.....
/** * Ini email dari milis punya LaPNet Gundar.... * Silahkan gunakan milis ini dengan bijaksana untuk berkomunikasi * dengan assisten, staff, atau alumni LaPNet yang tersebar di dunia ini * * Jangan mengirimkan SPAM.... we hate 'em. * * Terahir... have fun!!!
Saturday, January 14, 2006
Malam Minggu (dan kesepian)
back to jaman rikiplik banget, malem minggu aku ada di warnet...
hah... sudah abad ke berapa itu sejak aku menghentikann kunjungan sabtu malam minggu di warnet langganan, alasan penghentian 'apel' itu adalah karena akhirnya aku punya pacar dan punya acara kencan di malam mingu. Meskipun tidak tiap malam minggu aku pacaran, dan tidak selalu juga punya pacar, tapi aneh rasanya menghabiskan malam minggu di warnet. Namun entah kenapa hari ini, tiba-tiba, sekonyong - konyong aku bosan membaca novel dan mononton vcd, et voila sekarang aku ada di warnet (dan kesepian)
hah... sudah abad ke berapa itu sejak aku menghentikann kunjungan sabtu malam minggu di warnet langganan, alasan penghentian 'apel' itu adalah karena akhirnya aku punya pacar dan punya acara kencan di malam mingu. Meskipun tidak tiap malam minggu aku pacaran, dan tidak selalu juga punya pacar, tapi aneh rasanya menghabiskan malam minggu di warnet. Namun entah kenapa hari ini, tiba-tiba, sekonyong - konyong aku bosan membaca novel dan mononton vcd, et voila sekarang aku ada di warnet (dan kesepian)
Monday, January 09, 2006
Me VS Myself
HAPPY NEW YEAR....
Yeah... its almost to late for that greetings, anyway, its still January, and I think, we still allowed to say Happy New Year in month January, especially for me. Because... for me, new year meaning new January meaning another year for my life... whups... its mean... my birthday is in January...
yech... end of this month I will have another day of happy new year... and get closer to the day, make me think that I really need to find what exactly I want from my life.
Till toady I still fght with myself, realy me versus myself... I need to make peace for my life...
Yeah... its almost to late for that greetings, anyway, its still January, and I think, we still allowed to say Happy New Year in month January, especially for me. Because... for me, new year meaning new January meaning another year for my life... whups... its mean... my birthday is in January...
yech... end of this month I will have another day of happy new year... and get closer to the day, make me think that I really need to find what exactly I want from my life.
Till toady I still fght with myself, realy me versus myself... I need to make peace for my life...
Wednesday, December 21, 2005
l.i.f.e
Aku harus mensyukuri hidupku. Setidaknya aku masih bisa merasakan kebahagiaan yang berimbang, maksudku, secara jasmani & rohani : ) .Aku punya pekerjaan yang menghasilkan uang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupku. Aku juga punya teman2 yang baik, kekasih yang selalu berusaha menyenangkan hatiku, ibu yang juga selalu menginginkan yang terbaik untukku. Intinya, aku sudah harus bersyukur dengan keadaanku ini.
Namun, hari ini, aku sedang diliputi rasa iri terhadap beberapa teman, yang mampu membeli gadget terbaru yang kutahu harganya sangat mahal. Aku berpikir, betapa beruntungnya mereka punya kebebasan finansial yang membuat mereka mampu membeli apapun yang mereka inginkan. Tapi seketika itu juga, sisi baik-ku yang selalu berpikir positif, mengingatkan bahwa aku juga selayaknya merasa beruntung dan bersyukur atas keberuntungan selama ini.Seperti yang sudah kubilang, akupun memiliki 'segalanya' dalam hidup.
Apalagi yang kuinginkan? Bukankah tujuanku selama ini menjadi dewasa dan memiliki kehidupan yang berkualitas? Apalagi?!Jadi, menurut-mu, apakah hidup berkualitas itu sekedar punya kebebasan finansial ataukah mempunyai kebahagiaan yang seimbang? Ups, aku tidak sedang berkata bahwa temanku yang punya kebebasan finansial itu tidak berbahagia, mereka berbahagia juga... tapi mungkin ia juga sedang mengamati hidupkku, dan melihat betapa beruntungnya aku.Ah, betapa mudahnya jika aku hanya hidup, tidak perlu mengamati dan diamati, tapi aku tidak hidup kalo tidak begitu.
Namun, hari ini, aku sedang diliputi rasa iri terhadap beberapa teman, yang mampu membeli gadget terbaru yang kutahu harganya sangat mahal. Aku berpikir, betapa beruntungnya mereka punya kebebasan finansial yang membuat mereka mampu membeli apapun yang mereka inginkan. Tapi seketika itu juga, sisi baik-ku yang selalu berpikir positif, mengingatkan bahwa aku juga selayaknya merasa beruntung dan bersyukur atas keberuntungan selama ini.Seperti yang sudah kubilang, akupun memiliki 'segalanya' dalam hidup.
Apalagi yang kuinginkan? Bukankah tujuanku selama ini menjadi dewasa dan memiliki kehidupan yang berkualitas? Apalagi?!Jadi, menurut-mu, apakah hidup berkualitas itu sekedar punya kebebasan finansial ataukah mempunyai kebahagiaan yang seimbang? Ups, aku tidak sedang berkata bahwa temanku yang punya kebebasan finansial itu tidak berbahagia, mereka berbahagia juga... tapi mungkin ia juga sedang mengamati hidupkku, dan melihat betapa beruntungnya aku.Ah, betapa mudahnya jika aku hanya hidup, tidak perlu mengamati dan diamati, tapi aku tidak hidup kalo tidak begitu.
Saturday, December 17, 2005
ATAU
Tanggung Jawab atau Egoisme
Dulu sekali, ketika sedang jalan – jalan di mal, ada yang menawariku asuransi. Aku paling benci sama asuransi, meskipun aku tahu itu perlu buat kita. Kubilang saja sama salesnya, bahwa aku sudah punya. Tapi dia memaksa, supaya aku juga membuatkan asuransi untuk keluargaku, lalu kujawab dengan ketus, mereka juga sudah punya asuransi yang kubuatkan. Tanpa disangka, si sales yang keukeuh itu malah bilang gini, wah nggak disangka ya, bahwa mbbak yang begini muda ternyata sudah memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhardap keluarga. Heg... tanpa kuduga, aku malah menjawab sales itu, kukatakan bahwa tindakanku itu bukan didorong oleh rasa tanggung jawab tapi lebih karena aku egois, aku tidak mau disusahkan oleh keluargaku di kemudian hari, jadi di masa sekarang aku mau membuatkan asuransi buat mereka. Ternyata kata-kataku ini berhasil mengagetkan sales itu, karena akhirnya dia berhenti membuntutiku.Tiba – tiba saja, aku mengingat kejadian ini, sekarang aku berpikir -pikir lagi... bahwa sebagai anak tunggal, benarkah ke-egoisanku sedemikian tingginya... dan benarkah semua tindakanku untuk keluargaku sebenarnya didorong oleh rasa egois saja? Ya ampun... kenapa, seketika aku merasa benar – benar egois ya...
Egoisme atau Tanggung Jawab
Ini kejadian yang lain lagi. Ketika mimpi masih berwarna, belum lagi abu – abu. Aku pernahmencintai – ups... benarkah? - seorang pria. Ia pria beristri ayah dari seorang anak laki – laki. Dan tragisnya, laki – laki itu juga mengatakan padaku kalau ia juga merasakan hal yang sama denganku. Kami berbunga – bunga sekaligus hanyut dalam kesedihan. Bahkan, sebuah puisi ironis tentang sepasang kekasih yang saling mencintai dalam kesedihan yang menyenangkan dari Toto Sudarto menjadi bacaan kesayanganku, aku menyalinnya – dengan tulisan yang indah – dan menempelkannya di dinding kamar, di komputer kantor, di tempat2 dimana aku sering menghabiskan waktuku. Ia begitu menguasai mimpiku. Mencintai kamu adalah bahagia dan sedih, bahagia karena kita saling memiliki dan sedih karena kita sering berpisah. Ironis & naif sekali aku sebagai gadis duapuluhan yang jatuh cinta pada seorang suami dan ayah.Namun, kebodohan itu tidak berlanjut lama, karena kami berhasil menyingkirkan perasaan norak ini, dan memutuskan untuk berpisah. Demi tanggung jawab moral yang kami miliki, yaitu aku sebagai wanita dari negeri timur, terlalu angkuh untuk jadi wanita kedua & tidak sanggup menghadapi cercaan masyarakat dan dia sebagai ayah dan seorang suami. Hanya saja, ada yang tidak kuungkapkan padanya ketika kami berpisah. Sebenernya, aku takut, suatu ketika, aku menjadi wanita yang ditinggalkan oleh suami dan ayah anakku demi wanita lain. Aku takut karma. Aku sebenarnya cuma memikirkan diriku sendiri. Jadi...
Tanggung Jawab atau Rasa Bersalah
Bandung, hari – hari ini selalu mendung dan gerimis kecil – kecil. Whoah... kemarin, aku bangun kesiangan, udara dingin sekali dan di luar masih hujan gerimis. Godaan untuk melanjutkan tidur dan tidak masuk ke kantor sangatlah kuat. Namun, ada secuil rasa bersalah yang menelusup masuk ke otakku, aku sudah sering tidak masuk kantor, jadi mau tidak mau aku harus cepat – cepat bangun dan ke kantor.Sepanjang perjalanan ke kantor, aku cuma berpikir betapa hebatnya rasa bersalah ini, hingga seolah – olah sepertinya aku adalah wanita karir yang bertanggung jawab.
Ah... kalau kupikir, berarti selama ini aku tidak pernah bertanggung jawab ya... semua tindakanku berdasarkan ke-egoisan dan sekedar rasa bersalah. Aduh... jadi malu...
Dulu sekali, ketika sedang jalan – jalan di mal, ada yang menawariku asuransi. Aku paling benci sama asuransi, meskipun aku tahu itu perlu buat kita. Kubilang saja sama salesnya, bahwa aku sudah punya. Tapi dia memaksa, supaya aku juga membuatkan asuransi untuk keluargaku, lalu kujawab dengan ketus, mereka juga sudah punya asuransi yang kubuatkan. Tanpa disangka, si sales yang keukeuh itu malah bilang gini, wah nggak disangka ya, bahwa mbbak yang begini muda ternyata sudah memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhardap keluarga. Heg... tanpa kuduga, aku malah menjawab sales itu, kukatakan bahwa tindakanku itu bukan didorong oleh rasa tanggung jawab tapi lebih karena aku egois, aku tidak mau disusahkan oleh keluargaku di kemudian hari, jadi di masa sekarang aku mau membuatkan asuransi buat mereka. Ternyata kata-kataku ini berhasil mengagetkan sales itu, karena akhirnya dia berhenti membuntutiku.Tiba – tiba saja, aku mengingat kejadian ini, sekarang aku berpikir -pikir lagi... bahwa sebagai anak tunggal, benarkah ke-egoisanku sedemikian tingginya... dan benarkah semua tindakanku untuk keluargaku sebenarnya didorong oleh rasa egois saja? Ya ampun... kenapa, seketika aku merasa benar – benar egois ya...
Egoisme atau Tanggung Jawab
Ini kejadian yang lain lagi. Ketika mimpi masih berwarna, belum lagi abu – abu. Aku pernahmencintai – ups... benarkah? - seorang pria. Ia pria beristri ayah dari seorang anak laki – laki. Dan tragisnya, laki – laki itu juga mengatakan padaku kalau ia juga merasakan hal yang sama denganku. Kami berbunga – bunga sekaligus hanyut dalam kesedihan. Bahkan, sebuah puisi ironis tentang sepasang kekasih yang saling mencintai dalam kesedihan yang menyenangkan dari Toto Sudarto menjadi bacaan kesayanganku, aku menyalinnya – dengan tulisan yang indah – dan menempelkannya di dinding kamar, di komputer kantor, di tempat2 dimana aku sering menghabiskan waktuku. Ia begitu menguasai mimpiku. Mencintai kamu adalah bahagia dan sedih, bahagia karena kita saling memiliki dan sedih karena kita sering berpisah. Ironis & naif sekali aku sebagai gadis duapuluhan yang jatuh cinta pada seorang suami dan ayah.Namun, kebodohan itu tidak berlanjut lama, karena kami berhasil menyingkirkan perasaan norak ini, dan memutuskan untuk berpisah. Demi tanggung jawab moral yang kami miliki, yaitu aku sebagai wanita dari negeri timur, terlalu angkuh untuk jadi wanita kedua & tidak sanggup menghadapi cercaan masyarakat dan dia sebagai ayah dan seorang suami. Hanya saja, ada yang tidak kuungkapkan padanya ketika kami berpisah. Sebenernya, aku takut, suatu ketika, aku menjadi wanita yang ditinggalkan oleh suami dan ayah anakku demi wanita lain. Aku takut karma. Aku sebenarnya cuma memikirkan diriku sendiri. Jadi...
Tanggung Jawab atau Rasa Bersalah
Bandung, hari – hari ini selalu mendung dan gerimis kecil – kecil. Whoah... kemarin, aku bangun kesiangan, udara dingin sekali dan di luar masih hujan gerimis. Godaan untuk melanjutkan tidur dan tidak masuk ke kantor sangatlah kuat. Namun, ada secuil rasa bersalah yang menelusup masuk ke otakku, aku sudah sering tidak masuk kantor, jadi mau tidak mau aku harus cepat – cepat bangun dan ke kantor.Sepanjang perjalanan ke kantor, aku cuma berpikir betapa hebatnya rasa bersalah ini, hingga seolah – olah sepertinya aku adalah wanita karir yang bertanggung jawab.
Ah... kalau kupikir, berarti selama ini aku tidak pernah bertanggung jawab ya... semua tindakanku berdasarkan ke-egoisan dan sekedar rasa bersalah. Aduh... jadi malu...
Subscribe to:
Posts (Atom)
