Saturday, January 22, 2011

Biarkan Waktu Yang Menjawab

Pulang dari nonton Burlesque dengan mbak Rina, seperti biasa, kami selalu ngobrol ngalor-ngidul soal apa saja. Tadi, salah satu yang kami bahas adalah kasus Gayus. Macam orang penting saja kami.
Mbak Rina berkata, "sebenarnya, aku kurang setuju kalau Satgas itu sibuk klarifikasi pernyataan Gayus, wong pernyataan gitu kok ditanggapi. Harusnya mereka tetap bekerja seperti biasa, malah lebih keras untuk membongkar kasus ini. Toh, pada akhirnya, kalau memang mereka benar, ya akan terbukti. Waktu yang akan menjawab"
Kalimat kiasan yang klise, biarkan waktu yang akan menjawabnya.

Yah...klise, tapi seringkali saya dapati itu benar adanya.

Berkali-kali, orang salah paham tentang saya. Dan karena saya memang kurang peka, saya sering kali tak sadar. Oleh karenanya, saya tidak pernah menanggapi kesalahpahaman itu dengan klarifikasi. Seiring berlalunya waktu, akhirnya kesalahpahaman terjawab dengan sendirinya, mereka sendiri yang mendapati bahwa saya tidak seperti yang mereka sangkakan.
Ketika semua itu telah terlewati, barulah kemudian saya sadar. Meski lega, karena ya sudah tak ada kesalahpahaman; sebagian dari diri saya sebenarnya menyesali kenapa saya tidak peka sehingga tak memberi klarifikasi pada saat itu juga. Kenapa saya membiarkan kesalahpahaman itu mengendap dulu, dan diselesaikan oleh waktu?
Ah!

Lagi-lagi kembali pada pernyataan klise soal waktu, mungkin suatu saat nanti, ketika saya bertemu dengan Sang Penguasa Waktu, saya bisa menanyakan hal itu. Biarlah waktu yang akan menuntun saya pada jawaban.

Dan bukankah terkadang...ketidaktahuan itu benar-benar membebaskan?! :D

No comments: