Tapi nih ya, yang paling bener, Kedelai, ya KEDELAI… jelasnya mengandung banyak protein nabati *ya iyalaaaah, anak SD pun tahu* dan gak cuma kaya akan protein nabati namun juga mengandung karbohidrat, vitamin & mineral dan minyak.
Monday, May 02, 2011
Kelapa bukan Kepala
Tapi nih ya, yang paling bener, Kedelai, ya KEDELAI… jelasnya mengandung banyak protein nabati *ya iyalaaaah, anak SD pun tahu* dan gak cuma kaya akan protein nabati namun juga mengandung karbohidrat, vitamin & mineral dan minyak.
Wednesday, April 27, 2011
Bintang - Bintang
Paling besar kelapa waktu semua ramalan mengatakan bahwa, Aquarius itu eksentrik akibat kreatifitasnya, punya jiwa seni yang tinggi, dan sebaiknya berkarir di bidang seni. Belum lagi embel-embel bahwa Aquarius ini sebenarnya pemimpin dari semua rasi, sehingga orang-orang yang dilahirkan di bawah rasi bintang Aquarius adalah pemimpin.
Yaaah... namanya juga anak SD ya bok, percaya aja dah yang namanya begituan, belum memakai logika untuk menelaan informasi yang masuk.
Makin gede, mulai ABG, SMP-an gitu... mulai seseruan baca ramalan bintang di majalah remaja, suka deg-degan gak karuan pas ramalannya berbunyi: asmara kamu minggu ini akan sangat baik, seorang sahabat ternyata menyimpan rasa cintanya yang sangat besar terhadapmu, siap-siap saja dapat kejutan romantis dari si dia.
Setelah membacanya mulai sibuk, menerka-nerka, siapakah gerangan yang akan memberikan kejutan itu? :))
Monday, April 25, 2011
seseruan
Bisa nebak gak, yang mana jadi yang mana?
Kalau mau seseruan gak jelas gini, sok atuh mangga bisa langsung ke pickaface.net
Sunday, April 24, 2011
Rayakan Yesus
Rayakan Yesus rayakan
Rayakan Yesus rayakan
Rayakan Yesus rayakan
Dia bangkit Dia bangkit
Dan Hidup selamanya
Dia bangkit Dia bangkit
Dan Hidup selamanya
Marilah rayakan kebangkitan Tuhan kita
Kompetitor
Tono: "Aku bca"
Tini *kompetitif* : "Aku sebenarnya bni"
Saturday, April 23, 2011
Imajinasi
Tini: "Ini aku, mirip nggak?"
Tono: "Terlalu serius"
Tini: "Aku kan orangnya serius"
Tono: " ... "
Tidak lama kemudian.
Yesus Sang Mesias
Harapan manusia.
Harapan mengenai Mesias ini telah menghidupkan Bangsa Israel selama ratusan tahun semenjak terpecahnya Kerajaan mereka, setelah mengalami masa yang luar biasa gemilang dalam kepemimpinan Daud yang lalu dilanjutkan oleh Salomo, Putra Daud.
Nabi Yesaya, menubuatkan kedatangan Sang Mesias. Penantian selama ratusan tahun. Kebayang, betapa putus asanya Bangsa Israel, ketika Mesias yang mereka tunggu tak kunjung bangkit dari antara mereka.
Pada jaman penjajahan Romawi dan Israel dipimpin oleh seorang Raja yang bernama Herodes, bangkitlah seorang Nabi di antara mereka, setelah sekian lama Nabi hanya menjadi legenda rakyat. Yohanes Pembaptis. Diakah yang ditunggu?
Thursday, April 21, 2011
Your Body, Your Right
Wednesday, April 20, 2011
Tiga puluh Lima: Nenggaya dari Dendongland
Tuesday, April 19, 2011
Di Balik Pintu yang Tertutup
Monday, April 18, 2011
Mimpi
Saturday, April 16, 2011
ABG Jaman Sekarang
Ada satu bab khusus mengenai ketidaksukaan Zara terhadap ABG di The Patchwork, yang naskahnya sudah berdebu itu. Tiba-tiba, pagi ini saya mengingat bab itu lagi.
Gara-gara tadi pagi lewat 7/11 Pasar Festival, lagi banyak rombongan ABG -beberapa perempuan & laki-laki yang mungkin masih duduk di bangku SMP- mereka sedang nongkrong sambil merokok klebas-klebus.
Saya iri dengan kemudaan mereka, iri dengan hidup mereka yang masalahnya mungkin hanya seputar sekolah, pacar, dan takut ketauan ngerokok sama ortu :))
Melihat kemudaan di depan mata dan sepertinya dijalani dengan tanpa peduli, rasanya ingin sekali saya bilang ke ABG-ABG itu, "hey... kalian nanti nggak berasa tatu-tau kalian sudah se-tua saya loh..." hahahaha... ngerusak mood anak-anak muda itu pasti bakal menyenangkan sekali.
Friday, April 15, 2011
Kaki Lima
Kalau karena alasan itu, ya tukang jualan tebo pake termos es yang geda itu kan tinta bisa dikategoriken kaki lima toh... Tapi yah, gak pa-pa juga sih disebut Pedagang Kaki Lima, ketimbang Pedagang Lima Kaki, semacam mutant nampaknya...
Dan kenapa sih saya ngebahas cerita beginian? Tadinya kan mau cerita soal makanan yang dijual oleh Pedagang Kaki Lima....
![]() |
| Es Campur Pariaman - Lokasi: PKL di parkiran depan TMP Kalibata |
Thursday, April 14, 2011
???
Mungkin justru karena dipikirin ya :D
Nah, sekarang saya mau ngomong apa?
....
........
....
.....
Lhoooo.... ya embuh... :))
Intinya mah, kadang emang gak perlu mikir kali yak...
Tuesday, April 05, 2011
Nekad Dandan on Fire
Nah, karena lagi on fire ginih... account twitter @nekaddandan pun jadi aktif lagi :D follow yah karena kita bakal share tips buat dendong, terutama yang berkaitan sama tantangan bulan ini.
Monday, April 04, 2011
Nekad Dandan #3: Fabulous 60's
Yak hadir lagi Nekad Dandan #3, temanya: Fabulous 60's
1. Siapa aja yang punya blog boleh ikut event online ini.
2. Buat postingan dandan sesuai tema bulanan, berikut foto dan deskripsi/cerita singkat items lenongan apa yang dipake untuk dandanan kamu. Misal :
Muka : Smashbox Photo Finish Primer Foundation, MAC Studio Sculpt, dst
Mata : UDPP, MAC Carbon Matte, dst
Pipi : Dior Pro Cheek in Pink Catwalk, dst
Bibir : MAC Plushglass Posh It Up, dst
Tools : juga boleh dideskripsiin
3. Setelah bikin postingan silahkan langsung di-publish dan kirimkan linknya ke host untuk nanti dibuat round-up pada akhir bulan.
4. Kirimkan link postingan NEKAD DANDAN kamu ke host :
bulan ini madame host-nya : saya @ruthwijaya aka tje2p (rwlwijaya at yahoo dot com), dengan subyek : NEKAD DANDAN #3
format email:
- Nama :
- Nama Blog & Link Postingan :
- Sertakan juga foto dengan ukuran tdk lebih dari 250px untuk salah satu sisinya (pokoknya ukuran fotonya jangan geda-geda ya bok)
5. Di akhir bulan, madame host akan me-round up hasil peserta tantangan yang masuk dan akan diumumkan dalam postingan pada blog ini di awal bulan May.
6. Selanjutnya, Madame Host ini bergilir dan dipilih oleh Madame Host bulan yg sedang berjalan yaa *nyengir*. Untuk menentukan tantangan, Madame Host bulan April boleh memberikan tantangan untuk bulan Mei. Sementara Madame Host bulan Mei memberikan tantangan untuk bulan Juni, dst.
Yeuuuk mareeee.....
PS. follow Twitter @nekaddandan untuk saling berbagi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan dendooong :))
Saturday, April 02, 2011
Malang yang Tidak Malang
Sebenernya, bingung juga sih ke Malang mau ngapain :)) dalam pikiran saya, saya cuma mau liburan aja... kebetulan salah seorang teman kita, Nonadado, ada di Malang. Dia juga suka pamerin gambar bakso yang kayaknya eni banget deh... ya sutra, kita ke sono mau nyamperin tu bakso :D
Monyet dan Monyet
Friday, April 01, 2011
{awards} 7-an
Dapet tag dari Rance, karena akyu sayang padamyu jadinya aku kerjain pr-nya *manis madu banget dah* hihihi
Jadi aturan mainnya adalah:
- Mengucapkan terima kasih kepada yang memberikan award.
Thank you Ranceeee..... :*
- Ceritakan 7 hal mengenai pribadi anda
- Berikan award ini kepada 7 blogger kesayangan anda
- Hubungi blogger yang anda beri award. Maksudnya biar dia tau kali ye, soalnya kl kite yang sayang belon tentu dia sayang balik kan? Ini sih ditambahin sama Jenul sih tapi ga pa-pa deh, kita tulis lagi :D
Monday, March 28, 2011
When the holiday is over
Hmm... Ke mana selanjutnya? Menado? Kayanya seru...saya belum pernah ke Menado.
PS. Laporan liburan ke Malang besok yah... :D
Wednesday, March 23, 2011
Jatuh Cinta
*makin dibayangin, makin ngiler ye*
Friday, March 18, 2011
Tigapuluh Empat: Masih Soal Reuni
Liburan
Nggak sabar nungguin minggu depan, mau liburan ke Malang. Yipiiiie! Sekalian pulang ke Nganjuk. Eh, sebenernya, pulang ke Nganjuk sekalian liburan ke Malang :))
Meskipun Malang sebenernya deket sama Nganjuk, saya belum pernah lo main ke Malang. Dulu sih pernah ke Batu, liburan gitu deeeh... tapi ya sehari-hari di pegunungan, belum pernah muter-muter ke kotanya.
Ah... tak sabar menunggu liburan... ahay!
Friday, March 11, 2011
Live Life to the Fullest
Thanks Hanzky for sharing this blog. I LOVE it!
Sangat terharu, perempuan & pria di atas 50 tahun (bahkan beberapa di antaranya sudah hampir 100 tahun), tetap gaya dan tersenyum dengan lebar. Entah apa saja yang telah mereka lalui dalam hidup ini, tapi tetap manis, cantik, GAYA! di depan kamera.
Mereka bangga dengan usianya. Ya iyalah... saya pun akan begitu. Sudah se-sepuh itu tapi masih gaya, masih bisa ke mana-mana... masih menikmati hidup. Makin menye-menye waktu lihat posting valentine, aduuh...
Melihat foto beliau-beliau ini, saya langsung merasa diingatkan untuk menikmati hidup apapun itu supaya ketika saya tua nanti, saya bisa tersenyum lebar dan siap kapan pun saya dipanggil pulang oleh Bapa di Surga *haiyah, tumben religius* :D
Satu-satunya yang saya inginkan ketika sedetik sebelum saya menutup mata untuk selama-lamanya adalah, tidak menyesali hidup saya. Itu saja rasanya cukup.
Baiklah, mari kita nikmati hidup ini :)
picture credit: advanced style blog
Thursday, March 10, 2011
Tigapuluh Tiga: Kesalahan
Tuesday, March 08, 2011
Berbahasa Indonesia Dengan Baik
Friday, March 04, 2011
Tigapuluh Dua: Kesalahan
Pernahkah kamu membuat kesalahan yang saking parahnya kesalahan itu sampai membuatmu ingin mati saja? Saking fatalnya akibat kesalahanmu, sampai kamu tidak tahu lagi bagaimana memperbaiki keaadan?Semua orang pernah membuat kesalahan. Dan salah satu yang kupelajari dari hidup adalah berani bertindak benar juga tidak menyesali diri ketika berbuat salah, sebab dengan berbuat salah, hidup akan mengajarkan hal lain, yaitu memperbaiki keadaan yang kacau akibat kesalahanku.
Tapi, kesalahan ini teramat fatal akibatnya dan sebenarnya, aku tidak tahu di mana letak kesalahanku. Hal apa yang sebenarnya membuat semuanya jadi kacau?
Awal dari semua ini hanyalah kemacetan. Serius, macet di jalanan Jakarta yang gila! Hanya itu. Macet dan aku ingin pipis.
...bersambung
Tuesday, February 22, 2011
Kompetitip
Ini ada tantangan #7hari . Saya memilih tantangan untuk belajar menggambar lagi.
Berikut adalah hasil tantangan hari pertama:
Wednesday, February 16, 2011
Hidup
Semoga memang begitu adanya. Semoga.
Monday, February 14, 2011
Macan Kerah
M: biar cantik, makanya kamu kan selalu mamah kasih...
G: yang bener ah? Rasaan minum dari dulu kok ya biasa aja, nggak cantik2 juga...
M: Lho bener lo nduk... Dulu mbakyu-ku yang selalu dikasih banyak sama si mbah yut, aku waktu itu masih kecil, dikasihnya dikit banget. Nah, Yu Mami ayu kan? Mamah biasa aja kan?!
G: *ya keturunan kita berarti itu* :))
Friday, February 11, 2011
Tigapuluh Satu: Reuni oh Reuni
Thursday, February 10, 2011
Maklumlah
Layout berubah-ubah. Ya begitulah, kalau hal mudah dikerjakan ya akan dilakukan terus-menerus. Kan hanya menggerakkan jari telunjuk :D
Tapi lucu mamang, layout yang ini.
Meriiiii.... kita lihat, akan tahan berapa lama?!
*oh!! iya! iya! posting kejar setoran!* :))
Tuesday, February 08, 2011
sakit gigi
Ya gitulah... saya kan lagi pengen rubah domain, dari blogger trus ke dot com, bukan blog yang ini, blog lain lagi... tapi gak kelar-kelar deh urusannya... huhuhuhu... kenapa yak... jadi sakit gigi, soalnya menggeram terus :D
Udah ah, balik lagi deh ah... diapain sih ini?! @#$#$#O$RW@#@@)#@(!!!
Sunday, February 06, 2011
Tigapuluh: Maaf, Aku Sedang Sibuk
Maaf Sayang, lama aku tak mampir, aku sedang sibuk.
Dunia semakin tua, pohon-pohon semakin hilang esensinya, mereka merana. Kaummu, makin melupakan mereka. Kalian kehilangan semua mimpi, aku perlu bekerja lebih keras lagi.
Yah...kau tahulah, meskipun aku selalu tertarik pada rasa penasaranmu akan pohon-pohon, aku tidak bisa hanya menemuimu. Sebab, aku ini pengembara.
Cantik, apa kabarmu? Ah, aku tahu, kau pasti sedang penasaran setengah mati, menunggu ceritaku. Tenanglah Sayang, sabar, tunggu sebentar lagi, aku akan segera mampir.
Tidak...aku tidak akan menceritakan kisah pohon-pohon melalui surat ini. Kau tahu, kadang-kadang, Pengantar Berita, selalu mengintip surat yang kutulis. Ia mempunyai keingintahuan yang berbahaya, terlebih, kepada pohon-pohon.
Tunggulah sesaat lagi, Sayang. Akan kubisikkan cerita itu, lembut mengalun di telingamu, sesaat sebelum langit terang.
Maaf, aku belum bisa mampir. Tapi aku akan segera datang.
Pengembara Mimpi
Duapuluh Sembilan: Matahari
Kau inginkan atau tidak, Bumi tetap berputar mengelilingi Matahari, seluruh tahun berpusat padanya.
Bumi mencintai Matahari, begitu juga sebaliknya, Matahari setia pada Bumi. Kehidupan terlahir karenanya.
Kau rawat atau tidak, pohon cinta ini tetap tumbuh, akarnya menghujam Bumi, menyerap semua cinta yang dimilikinya. Daunnya, menyerap semua kesetiaan Matahari, sehingga angin yang meniupnya, menggumamkan rindu.
Sayang, kau inginkan atau tidak, pohon cinta ini tetap tumbuh.
Pohon Cinta - Pohon Pohon
Wish Me Luck, Honey
Nothing related to 360 cerita or 30 Hari Menulis Surat Cinta, though :D. Yeah I know, I'm running behind my commitment to post, at least, 1 blog post everyday.
I can't share, what are the projects, yet. Soon, I'll post it here.
I hope, you; whoever read this post, crossing your fingers and wish me luck. I really need it.
Thanks in advance :*
Thursday, February 03, 2011
Duapuluh Delapan: Selalu Menunggu Ken
To: Ken Pratama
Sent: 02:08 AM
Subject: harapan yang mulai menjeratku
Mungkin ini suratku yang ke-200 atau mungkin yang ke-165...aku sudah tidak bisa menghitung banyaknya surat yang kukirimkan kepadamu.
Apakah kamu membacanya? Kau simpan atau kau hapus? Tapi kenapa tak kau balas satu pun?
Ada lubang di hati ini Ken, lubang yang muncul karena kamu pergi tiba-tiba. Dingin. Ngilu. Dan membuatku mimpi buruk.
Jawab sekali ini saja Ken, kenapa? Mengapa?
Aku hanya perlu jawaban kamu saja, satu alasan pun cukup. Setelah itu, aku berhenti untuk menulis surat untuk kamu.
Wednesday, February 02, 2011
Duapuluh Tujuh: Sampai Jumfa
Tuesday, February 01, 2011
Duapuluh Enam: Zara Yang Banyak Mau
Monday, January 31, 2011
Duapuluhlima: Vega yang Selalu Berharap
Sunday, January 30, 2011
Duapuluhempat: Dewi Periuk Nasi
Makanan, adalah doa manusia untuk tubuhnya, penghargaan tertinggi untuk kehidupan yang harus dijalani dengan baik.
Menurut Zara, aku ini berlebihan. Ya biar saja. Kalau tidak lebih, ya aku tidak bisa berbagi. Aku tidak hendak menyangkal bahwa aku memuja makanan.
Makanan jua yang menjadi kawan terbaik. Kalian pasti membayangkan aku gendut, segendut gajah. Kalian salah. Aku biasa, badanku memang tidak kurus, tapi juga tidak gendut. Aku suka makan, karenanya aku mengenali semua makanan yang kumakan. Aku dan makanan berteman baik, dan makanan tidak pernah mengecewakanku. Aku secukupnya.
Duapuluhtiga
Oh, sebelum mereka bertemu lagi, Vega memang setengah hidup. Dia mematikan jiwanya karena tak ada Ken, dia sekedar hidup hanya untuk menunggu jawaban. Ketika jawaban itu datang, barulah dia memutuskan mati atau hidup sepenuhnya lagi.
Agak gila memang anak itu. Aku tidak pernah bisa memahami cinta Vega pada Ken, juga cinta Ken pada Vega.
Ketika aku baru mengenal Vega, dan mendengar kisahnya dari Aimee, kupikir itu kisah cinta paling gila, yang nggak mungkin ada di kehidupan nyata, tapi tetap saja, kuanggap romantis.
Sekarang, aku pun tetap menganggapnya begitu. Tapi sekaligus bingung, kenapa bisa seperti itu. Maksudku, kenapa kisah cintaku dengan Chandra tidak membara dan meledak-ledak? Apakah kami tidak normal atau mereka yang tidak normal? Ok. Aku tahu, setiap pasangan memiliki kisah cintanya masing-masing, romantisme masing-masing. Tapi tetap saja....
Ketika Ken tiba-tiba meninggalkan Vega...entah apa yang ada di pikiran Vega ya? Rasa dia? Ketika tiba-tiba tidak ada lagi yang bisa berbagi dengannya. Well, Chandra tidak menghilang, tapi Chandra juga tidak sepenuhnya ada.
Kami tidak punya cinta yang meledak-ledak, tapi aku kangen ledakan tawa Chandra yang malah lebih lucu daripada obyek yang jadi bahan tertawaan kami. Tawa yang membuat airmata kami berderai. Kami bahagia, meski bahagia tak selamanya, tapi kami bahagia dan aku puas.
Apa yang harus kulakukan? Aku mesti gimana?
Duapuluhdua: Vega & surat ke-78
Subject: kamu
Hour: 03:80 AM
From: Vega Larasati
To: Ken Pratama
Puluhan e-mail sudah aku kirimkan, tidak satu pun yang kamu balas. Apa yang terjadi Ken? Kenapa? Mengapa? Kamu di mana?
Apakah kamu membaca e-mail ini atau tidak? Kalau ya, dan kamu tidak membalasnya, kenapa? Kenapa? Aku harap suatu hari, kamu bisa menceritakannya kepadaku.
Aku sungguh berharap kamu membaca e-mail ini, tapi sekaligus ingin kamu tidak menerimanya. Aku takut sakit hati.
Kita telah sepakat, bahwa kita telah menemukan satu dengan yang lainnya, kita tidak perlu mencari yang lain tetapi sekarang kamu menghilang. Kamu membuatku mencari lagi. Kamu membuat aku gila.
Ken, kamu di mana?
Aku tadi ke paviliun kamu lagi. Memandangi pohon kita, pohonku lebih tepatnya. Apakah sebelum pergi kamu sempat berpamitan dengannya? Kenapa ia tak bilang apa-apa padaku? Kenapa daunnya hanya bergemerisik rindu, tanpa kepastian?
Ken, kita telah bercinta pada semesta, berjanji pada jiwa...berani-beraninya kamu pergi menghilang dariku... Ken... Di mana kamu?
Aku akan tetap menulis e-mail untukmu, juga menunggu. Meskipun tak setia.
Kamu tahu, kita sudah berjanji.Ken diam menatap layar monitornya. Maaf Vega, dan mungkin kamu tidak akan pernah bertemu aku lagi, lebih baik, kita memang tidak bertemu
Friday, January 28, 2011
Duapuluhsatu: Untuk Cinta
Semoga kabarmu baik-baik saja.Semoga kamu selalu bahagia. Meskipun aku tak yakin, apakah sebenarnya kamu bisa berbahagia. Mengingat, banyak hal yang menjadikanmu alasan untuk tidak mencintai sesamanya. Ah, aku terlalu berbeli-belit ya Cinta...
Ah, maksudku Cinta, berapa banyak orang yang menyakiti hati sesamanya tapi berlindung di balik namamu?
Cinta,
Aku tak punya kata-kata yang bagus, lagi cukup banyak untuk menyanjungmu, juga mencacimu. Ya Cinta...aku salah satu dari mereka, yang demi kamu, siap menyakiti yang lain. Aku juga sering disakiti karena kamu.
Tapi kesakitanku tak nyata, karena kamu telah menutupi kenyataan.
Ah Cinta, tiba-tiba saja, aku merasa malu telah menulis surat ini. Maksudku tadi, aku ingin memuja-mujimu supaya kamu mau mampir ke tempatku malam ini, atau bolehlah besok, lusa... kapan saja. Hanya itu.
Salam,
Aku yang menunggumu.
Thursday, January 27, 2011
Kejar Setoran
Ceritanye kan mau aktif nge-blog ye... tapi agak bingung juga, topiknya apa trus apa sih yang mau saya ceritain di blog, akhirnya mulai awal bulan ini, mau bikin posting 360 cerita yang ambisinya adalah, bikin cerita, entah fiksi, entah nyata, entah panjang, entah pendek semala 360 hari. Yang artinyaaa... sehari satu! Yaoli... saya pasti lagi mabora pas menetapkan itu sebagai ambisi saya... hahahaha
Eh, nggak lama, ada 'tantangan' 30 hari menulis surat cinta di Twitter, daaaan.... padahal nggak ada yang nantang, saya ya ikut-ikutan juga... :D
360 cerita, sudah bisa ditebak, baru hari ke berapa itu aja udah telat ceritanya... dan jadinya malah curang, ikutan 30 hari menulis surat cinta sekalian buat posting 360 cerita.
Mungkin bukan curang, tapi ngakalin dikit... hehehehe
Tapi ya bok, baru hari ke-15 nulis surat cinta, saya udah kehabisan bahan, mau nulis surat cinta buat siapa lagi? Ternyata, orang yang sok menye-menye macam saya ini, keok juga kalau disuruh nulis surat cinta. Nggak ada romantis-romantisnya... payah. Surat buat si mamah, juga kacrut abis! hahaha... tapi ya begitulah gaya surat-suratan saya sama beliau. Kadang sih malah surat mama saya yang lebih menye-menye dibanding surat saya.
Ah, ya sutralah ya bok... kalau misalnya punya ide, saya mesti nulis surat buat siapa, kasih tau ya bok... mumpung masih ada 15 hari lagi nih.
Duapuluh: Buat Mama
Mama sehat kan?
Lily sudah terima kiriman bumbu dan mangganya, tadi siang. Makasih ya Mah.
Tapi tadi tukang kurirnya telat, besok-besok Mama bilanglah, kalau paketnya mau dianterin pagi, tadi sih untungnya pas ada si mbak.
Bumbunya aman, nggak ada yang pecah bungkusnya. Mangganya penyok 3, yang mangga golek. Kalau yang harum manis, aman. Berarti lain kali, kirim yang harum manis aja mah. Tadi sudah dimakan 1, enak manis banget. Itu mangga dari mana? Beli dari siapa gitu maksudnya. Borongan pohon apa beli di pasar? Enak. Semoga yang lain juga manis. Lily mau kasih ke temen juga ya.
Surat asuransi Lily juga sudah terima.
Soal pulang, Lily sudah pesan tiket tanggal 3, tapi kayanya nggak bisa pulang juga, tapi nggak tau juga...semoga sih bisa. Nanti pulang lewat Surabaya, nggak usah dijemput, naik bis aja ke Nganjuknya, rasanya dari bandara ada bis yang ke Bungurasih trus bisa naik patas Madiun.
Tapi sayang juga kalau kerjaannya nggak diambil Mah, uangnya lumayan, bisa buat liburan. Lagipula Mamah pernah bilang kan, yang penting Lily seneng...hehehe jadi pulangnya dipikir-pikir dulu ya Mah. Tapi nanti dipikirin lagi deh ya... Lily juga kangen sego pecel Nganjuk.
Ya sudah itu saja. Nanti Lily telpon & sms Mamah lagi. Mamah doain Lily ya, biar bahagia terus banyak duit terus sehat juga... Makasih Mah.
Lily juga doain Mamah sehat terus. Jangan kebanyakan pikiran macem-macem, jangan terlalu dengerin orang ngomong macem-macem dan jangan terlalu drama ya Mah. Olahraga juga, biar sehat dan awet muda.
Tuhan Memberkati.
Anakmu sing ayu dhewe.
Lily cantik
Wednesday, January 26, 2011
Italian Cuisine Tutorial Bersama Bondan Winarno
Acara diselenggarakan oleh Decanter Wine House, Sabtu, 22 Januari 2011 kemarin. Ternyata, ya banyak ketemu teman-teman Jalan Sutra lagi.... :)) ketahuan ye, tukang makan mah gampang ngumpulnya pas acara begini :D
Sembilanbelas: Buat Makananku
Sebelum kamu habis kusantap, ijinkan aku menyampaikan isi hatiku tentang kamu ya...
Dan pertama-tama, bolehlah kusampaikan salah satu kutipan favoritku, if you are what you eat then I want to eat good food only.
Aah...kamu tahu kan, kenapa aku menyukai pernyataan itu...
Aku selalu menganggap, kamu, makanan, sebagai salah satu alat ukur yang pas untuk menggambarkan manusia yang memakanmu.
Bagi beberapa orang terdekatku, aku ini terlalu memuja kamu, terlalu berfilosofi abis-abisan jika berkaitan dengan kamu. Yah, mungkin saja, sebab aku percaya makan untuk hidup. Kamu, makanan memberikan aku gizi dan tenaga untukku menjalani hari-hariku, bagaimana mungkin aku tidak peduli kepadamu?
Makanan datang, perut kenyang hati senang.
Ah makanan, kamu boleh merasa istimewa karena ungkapan hatiku ini. Aku memang mengistimewakan kamu.
Makanan, buatku sehat ya....buatku kuat...
Tuesday, January 25, 2011
Delapanbelas: Untuk Ken
Apa kabarmu? Pasti sedang sibuk syuting film 47 Ronin ya... menurut kabar terakhir, katanya kamu sedang sibuk berlatih bermain pedang, demi menghayati peran sebagai seorang Samurai. Kamu pasti akan jadi seorang Samurai yang seksi.
Ah Ken, apapun itu, jika berkaitan dengan kamu, pasti hasilnya seksi. Bahkan, ketika kamu berperan sebagai Buddha pun, aku melihat kamu adalah Buddha yang sensual. Maaf, ini bukannya aku tak menghormati Buddha, masalahnya, adalah kamu yang berperan sebagai Buddha. Begitulah.
Ken, kamulah sumber inspirasi juga sumber kegilaan. Hormonku mendidih jika melihat gambarmu, belum lagi kalau lihat film kamu, hormonku bisa meledak-ledak deh.
Jadi Ken, kapan kamu mampir ke rumah lagi? Kali ini, kamu nginep seminggu ya... jangan digilir lagi sama istri-istri yang lain.... Janji deh, nanti aku masakin pepes ikan mas, kamu suka kan? Atau mau Rawon Mbah Djo? Boleh deh... apa aja boleh... Asal kamu nginepnya lama.
Ken sayang, sudah... jangan terlalu sedih karena gosip-gosip yang beredar di luar sana, yang jelas selalu ada aku yang setia menunggumu. Dan juga, jangan hiraukan orang-orang yang memanggilmu mas Nunu... Kamu adalah Ken, Keanu Reeves, iya kan?
Dari aku yang selalu mencintaimu abis-abisan.
Monday, January 24, 2011
Tujuhbelas: Kepada Pengembara Mimpi
Pengembara Mimpi, telah lama kamu tak datang ketika waktu beranjak pagi. Aku sudah menantikanmu untuk bercerita soal pohon-pohon, seperti yang pernah kau janjikan.
Mengembara ke mana saja kamu, wahai Pengembara Mimpi? Tidakkah kau ingat, kau pernah berjanji untuk sering-sering mampir?
Aku ingin bertemu denganmu. Tidak, ini bukan rindu yang menggebu-gebu, ini hanya rasa penasaran.
Karena tak bisa kutunggu lebih lama lagi kedatanganmu, kutuliskan saja apa yang ingin kutanyakan.
Pengembara Mimpi, kamu yang mengenal Pohon-Pohon sejak awal mula mereka ada. Kamu telah melewati ruang waktu bersama mereka. Selain dengan Pohon-Pohon, apakah kamu mengenal Sang Penguasa Waktu?
Pernahkah kamu bertemu denganNya? Bercakap-cakap tentang apa saja, bercanda atau bahkan meminta pertolongan dariNya?
Seperti apa Sang Penguasa Waktu itu? Ia yang memutar waktu begitu cepatnya, sehingga aku tak menyadari aku telah sampai pada tahun ke 31 dalam hidupku, hari ini.
Apakah Sang Penguasa Waktu mengingat waktuku? Bisakah kau tanyakan itu padaNya, wahai Pengembara Mimpi? Dan bisakah juga, kau sampaikan padaNya, janganlah terlalu cepat memutar waktu hingga tak kusadari pergerakannya. Apakah Pohon-Pohon menyadari pergerakan waktu? Apakah Pohon-Pohon juga punya hitungan umur? Seperti aku yang selalu diukur dengan umurku.
Pengembara Mimpi, kunjungilah aku nanti, sesaat sebelum fajar datang. Hiburlah aku yang telah menginjak usia 31 tahun ini dan selalu diukur dengan angka itu. Hiburlah aku dengan cerita Pohon-Pohon dan terutama, kunjungi aku karena kamu telah menyampaikan tanyaku pada Sang Penguasa Waktu.
Pengembara Mimpi, datang ya... kutunggu kamu.
Salamku.
Note: Selamat Ulang Tahun buat diriku! :)) ya, saya berumur 31 tahun hari ini. Apa? Tua? Ih... lo aja kali yang tuaaa... :)) Jadi karena saya lagi ulang tahun, boleh dong, hari ini nggak ngikut tema: kirim surat buat seleb / org terkenal di twitter?! hahaha
Sunday, January 23, 2011
Enambelas: Untuk Gadis Cantik di Balik Jendela
Bolehkah aku berkenalan denganmu?
Kamu mungkin bertanya-tanya, siapakah aku yang dengan lancang mengirim surat padamu. Aku yang tak kau kenal.
Meskipun kamu tak mengenalku, mungkin kamu pernah melihatku. Sebab secara tidak resmi, kita bertetangga. Aku kos di seberang rumahmu. Kamarku, tepat di seberang kamarmu di lantai dua. Aku sering tanpa sengaja melihat kamu termangu di depan jendela, melihat ke taman.
Awal aku tinggal di rumah kos ini, kuanggap biasa saja, namun makin lama, aku makin menyadari, bahwa kamu selalu melihat ke taman, dengan sendu, sesaat sebelum senja, sesaat sebelum cahaya matahari habis ditelan malam.
Dan sekarang, aku selalu menunggu saat itu.
Cantik, apa yang kau pikirkan? Apa yang membuatmu demikian sedih?
Maukah kamu membaginya denganku?
Cantik, mungkin surat ini tak pernah terkirim, tapi aku tahu, suatu saat, aku akan mengetahui kesedihan di balik wajah cantikmu itu...
Salam,
Tetangga di seberang rumahmu
Saturday, January 22, 2011
Biarkan Waktu Yang Menjawab
Mbak Rina berkata, "sebenarnya, aku kurang setuju kalau Satgas itu sibuk klarifikasi pernyataan Gayus, wong pernyataan gitu kok ditanggapi. Harusnya mereka tetap bekerja seperti biasa, malah lebih keras untuk membongkar kasus ini. Toh, pada akhirnya, kalau memang mereka benar, ya akan terbukti. Waktu yang akan menjawab"
Kalimat kiasan yang klise, biarkan waktu yang akan menjawabnya.
Yah...klise, tapi seringkali saya dapati itu benar adanya.
Berkali-kali, orang salah paham tentang saya. Dan karena saya memang kurang peka, saya sering kali tak sadar. Oleh karenanya, saya tidak pernah menanggapi kesalahpahaman itu dengan klarifikasi. Seiring berlalunya waktu, akhirnya kesalahpahaman terjawab dengan sendirinya, mereka sendiri yang mendapati bahwa saya tidak seperti yang mereka sangkakan.
Ketika semua itu telah terlewati, barulah kemudian saya sadar. Meski lega, karena ya sudah tak ada kesalahpahaman; sebagian dari diri saya sebenarnya menyesali kenapa saya tidak peka sehingga tak memberi klarifikasi pada saat itu juga. Kenapa saya membiarkan kesalahpahaman itu mengendap dulu, dan diselesaikan oleh waktu?
Ah!
Lagi-lagi kembali pada pernyataan klise soal waktu, mungkin suatu saat nanti, ketika saya bertemu dengan Sang Penguasa Waktu, saya bisa menanyakan hal itu. Biarlah waktu yang akan menuntun saya pada jawaban.
Dan bukankah terkadang...ketidaktahuan itu benar-benar membebaskan?! :D
Limabelas: Kepada Angka
Aku sedang memandangi kalender, mencari-cari hari libur dan hari yang bisa kuselipkan untuk meliburkan diri, yang kupakai untuk bertemu dengan kekasih hati.
Lalu tiba-tiba saja, aku teringat kamu. Segera saja kuambil telepon genggamku, lalu kutulis surat ini. Surat elektronik. Jadi, sebenarnya aku mengetik surat, bukan menulisnya dengan tangan. Peradaban yang moderen telah merubah kami. Tapi kenapa peradaban tidak merubah kamu?
Aku berpikir tentang kamu yang tertulis di kalender, kamu yang kami ingat. Kamu yang menandai hari, hitungan tahun juga nilai.
Siapa yang menciptakan kamu? Ah, mungkin kamu juga tidak tahu. Nggak penting juga sih buat tahu.
Angka, kapan kamu berhenti? Di mana kamu akan terhenti?
Semua berubah, tapi tidak kamu...malah kamu yang membuat hitungan berubah.
Angka, dengan surat ini, kumohon, jangan terlalu cepat berjalan, beri aku sedikit waktu untuk menikmati hariku. Ya?!
Terimakasih, itu saja.
Friday, January 21, 2011
Empatbelas
Apakah sekarang kami punya masalah? Aaaaah.... kenapa sih ini? Harusnya aku yang marah kok sekarang malah Chandra yang memunggungiku?
Dan pagi ini, aku baru bangun ketika Chandra sudah rapi dan sedang membaca setumpuk catatan di meja makan.
"Pagi Chan, kamu sudah mau berangkat?"
Ia tidak menjawab hanya menggumam tak jelas. Hei.... Aku sudah hampir meledak marah, tapi kuputuskan untuk diam dulu. Aku tidak ingin bertengkar, ribut. Sebetulnya kami kan memang tak punya masalah, hanya Chandra yang terlalu sibuk dan aku yang ingin selalu diperhatikan. Itu saja.
Aku meninggalkan Chandra dan setumpuk catatannya. Lebih baik kuguyur kepalaku dengan air segar dulu, mungkin dengan ini aku bisa memulai pembicaraan dengan hati yang ikut dingin.
Tapi, setelah aku mandi, Chandra sudah berangkat ke rumah sakit.
Gagal lagi pagi ini. Seminggu lebih sehari.
Tigabelas: Kepada Bumi
Maaf, kami telah menyakitimu. Aku dan kekasih-kekasihku. Aku tidak berani mengatakannya langsung kepadamu, dan aku tidak punya kata-kata lain.
Aku juga tidak bisa membela diri, memberi seribu alasan mengapa kami menyakitimu, memerasmu dan tidak memperdulikanmu, meskipun kamu telah berbaik hati memberi kami tempat untuk hidup.
Kami, aku dan kekasih-kekasihku, sudah dari sananya diciptakan untuk menyakitimu. Hanya itu yang bisa kubilang.
Sekali lagi, maaf.
Maafkan kami, Bumi.
Thursday, January 20, 2011
Duabelas: Kepada Pembaca
Terimakasih, telah bersedia meluangkan waktu membaca surat-surat gak penting yang saya kirimkan.
Maaf, jika surat-surat ini membosankan, saya memang membosankan orangnya... Dan saya menyalahkan rutinitas yang menjadikan saya seperti ini.
Saya berharap, anda sekalian diberikan ketabahan dalam membaca surat-surat saya, masih ada 27 hari lagi berarti 27 surat lagi. Gile, dua-puluh-tujuh cing!
Dan jika anda sempat, mohon balas surat saya.
Terimakasih.
Salam,
Penulis surat yang membosankan
Wednesday, January 19, 2011
Aku Paling Benar
Menyadari kesalahan, saya berniat berhenti dan meminta maaf ke Bapak itu, yang sudah membuka pintu mobilnya dan menghambur keluar sambil berteriak, "BANGSAT KAMU MOTOR!!! BANGSAT!! SIALAN!!! BANGSAT! ANJING SIALAN!"
Sedetik saya terpana, lalu tanpa berpikir panjang saya langsung melanjutkan perjalanan saya dan saya urungkan niat saya untuk meminta maaf.
Saya tinggalkan Bapak itu dengan kemurkaannya yang lebay. Bukan karena saya lari dari tanggung jawab, tapi untuk apa saya meladeni orang yang sudah berprasangka? Ego saya yang mengambil keputusan, saya tidak mau dimaki-maki seperti itu, toh sebenernya dia juga gak kenapa-kenapa. Kesalahan saya, lebih buruk dampaknya untuk saya, sebab saya melamun di jalan yang saya anggap sepi. Namun, sebenarnya kalau ditelaah, saya bisa diingatkan dengan klakson, kenapa Bapak itu gak nglakson saya, tapi malah jalan terus ya?
Tapi, ya begitulah di jalanan saat ini. Emosi dengan mudah diluapkan, memaki orang dengan mudah, menganggap orang lain bodoh sebodoh bodohnya. Jalan dihalangi sedikit, langsung semua umpatan kebon binatang keluar.
Jalanan benar-benar membuat batas sabar yang sudah tipis makin tipis aja. Orang yang (setahu saya sih) biasa-biasa aja, berubah jadi agresif lagi suka mengumpat. Dan jelas, yang paling sering diumpat adalah pengemudi kendaraan umum dan pengendara motor. Mulai umpatan cuma, sialan, ngawur, bego, goblog, sampai kutukan macam nyumpahin ditabrak segala macam kendaraan dan sampai masuk neraka pun dipakai :))
Padahal ya...sebagai pengendara motor, saya juga sering lo menemukan pengemudi mobil pribadi yang kalau nyetir ngawur.
Ya, saya sering sebel jugalah...apalagi saya kan emang dari sononya gak sabaran...juga menganut prinsip, gak mau disalahin... :))
Yah, di jalanan, semua orang boleh merasa paling benar, tapi yakin benar? Yakin nggak nyetir sambil nelpon gak pakai headset atau speakerphone / sms / bbm-an / twitteran? Yakin 100% perhatian difokuskan ke jalanan?
Aaah...sutralah, asing-masing jaga diri baik-baik ajalah di jalanan ya...
Yang naik motor, ya jangan ngelamun... Yaaaa?! :))
*njrit, gw diserempet* :)))
Sebelas: Kepada Masalah
Apa kabarmu? Rasanya pasti kamu sedang masalah ya...nama pun masalah ye....
Maafkan aku yang selama ini tidak pernah berkirim surat kepadamu, sebab aku memang takut berdekatan denganmu. Ya maaf, bukan berarti ku tak ingin mengenalmu sama sekali, nggak mungkin banget deh itu, tapi ya gitu deh... Lebih baik tidak berkawan baik denganmu.
Aku yakin, bukan aku seorang di dunia ini yang enggan berkawan denganmu, iya kan? Meskipun mengenal kamu bukanlah suatu aib atau kesalahan, malah sebaliknya, mengenal kamu berarti makin mengenali hidup.
Masalah, maafkan aku, sering kali aku meninggalkan kamu sendirian, tidak membuatmu puas dengan penyelesaian, tapi bukankah kamu juga pernah mengajarkan bahwa belum selesai sekarang bisa berarti selesai saat esok? Lusa? Entah, mungkin Sang Waktu yang bisa memberi kita jawabnya, begitu dulu katamu. Aku percaya saja, tapi juga sekaligus tak percaya. Aku percaya karena kamu lebih tua dari aku, kamu sudah ada sejak jaman nenek moyangku baru ada, bahkan sebelum itu. Tapi juga tak percaya, sebab bagaimana mungkin aku bisa mempercayai masalah?
Aku menulis surat ini, meminta dengan baik-baik, kamu mau nggak pergi dari hidupku? Ok, tidak menghilang begitu saja juga bolehlah... tapi jangan terlalu sering mengunjungi aku, ya?!
Aku akan menulis postcard untuk kamu dari tempat liburanku kalau kamu bersedia mengabulkan permintaanku itu.
Dag Masalah... stay away from Problems yah.... si Problems lagi PMS soalnya...
Tuesday, January 18, 2011
Sepuluh: Rindu yang Bergemerisik
Aku tidak bisa menyampaikannya langsung ke kamu, aku tidak berani, juga terlalu gengsi untuk bilang, aku rindu.
Makin kutekan rinduku, ia makin mengembang, memenuhi ruang hati dengan ingatan akan kamu.
Makin tak ingin kuingat kamu, rinduku makin bergemuruh, berdebur-debur seperti ombak menghantam karam.
Mana aku bisa tahan?
Tapi aku tahan untuk tidak mengatakannya padamu.
Tapi, rindu sangat menggangguku, ia bergemerisik, berisik seperti dedaunan yang ditiup angin.
Tidakkah kau rasakan hal yang sama? Desiran halus di hati, yang berdenting ketika angin berhembus?
Sebab, aku hanya berani berbisik melalui angin, dan berharap ia menyampaikan rinduku ke kamu.
Ah, belum? Jika kamu belum mendengarnya, coba perhatikan sekarang baik-baik. Lalu, balas suratku ketika kamu telah mendengarnya.
Monday, January 17, 2011
Sembilan
Terimakasih.
Sudah bersedia menjadi tukang pos kotak pos cinta, selain mengantarkan surat yang tak berani saya antarkan sendiri, kalian juga bersedia menampungnya, membaca dan memilih satu-persatu dari setiap rangkaian surat yang telah dibuat.
Selain itu, tanpa kalian sadari, kalian sudah memberi kami sedikit keberanian untuk mengungkapkan apa yang ingin kami sampaikan, entah kepada mantan kecengan, mantan kekasih, yang terkasih...bahkan kepada musuh kami.
Terimakasih, karena kalian memberi kami alasan untuk menulis surat.
Sunday, January 16, 2011
Silsilah
Tini: "Oh, terkenal ya?"
Tono: "Ya iyalah, di kalangan musisi jazz gitu deh. Si Barry ini ponakannya Utha Likumahuwa itu..."
Tini: "Oh..."
Tono: "Dengerin CD aku mau? Aku punya CD jazz, ya bassist gitu deh...kayak Barry ini"
Tini: "Boleh, pasang aja"
Tono: "Ini Kyle Eastwood"
Tini: "Siapa dia?"
Tono: "Pemain bass gitu, anaknya Clint Eastwood"
Tini *antusias*: "Oh ya? Masa?"
Tono *muka lempeng*: "Ya kaliiii..."
:)) jadi, silsilah itu penting ye cooong... :)))
Delapan
Tujuh
Hallo,
Kalau misalnya surat ini sampai di tangan kamu, dan kamu membacanya, berarti aku benar-benar sudah gila.
Aku suka kamu, sudah sejak kelas 2, waktu kita sekelas, tapi aku malu, juga takut. Kita sekelas aja nggak pernah ngobrol, tapi tiba-tiba aku bilang suka sama kamu.
Ya gitu aja sih.
Aku nggak pengen kamu jadi pacar aku juga sih, terserah kamu. Aku cuma mau kamu tahu, aku suka kamu.
Salam,
Lily
Note:
Ini adalah, kurang lebih, surat yang saya buat untuk kecengan di kelas 3 SMP. Jelaslah, surat ini tidak pernah sampai ke yang bersangkutan :))
Saturday, January 15, 2011
Enam
Shallom,
Apa kabar nduk? Lily sehat-sehat saja kan? Mama juga, Tuhan yang menolong ya nduk.
Gimana kerjaan nduk? Di kantor masih masalah nggak? Yang sabar ya nduk, semua masalah pasti ada jalan keluarnya, serahkan saja semuanya pada Tuhan Yesus, Gusti ingkang maringi urip. Lily berusaha sebaik mungkin, Tuhan nanti yang buka jalan, ya nduk...
Mama sehat, sekarang mama ikut kegiatan jalan pagi itu lo... Habis olahraga lain sepertinya berat. Jadi kita kumpul di depan toko Mega, trus jalan kaki nyari sego pecel. Kamu kapan pulan, nduk? Kalau pulang nanti ikut jalan pagi, ada sego pecel enak di cangkringan, yang jualan anaknya mbok yang jual di depan rumah duka itu lo.
Kamu cuti kapan tho nduk? Mama kangen, kamu jangan diforsir terus kerjanya, inget...cepet nyari juga untuk masa depannya, ya nduk. Mama sudah tua, pengen cepat-cepat gendong cucu.
Ya sudah, gitu aja, jangan lupa telpon mama, kamu kalau nggak mama yang telpon ya nggak pernah nelpon
Tuhan Yesus memberkati.
Mama.
Note:
Semenjak saya meninggalkan rumah untuk kuliah sampai saya kerja, dan kadang-kadang sampai saat ini, si mamah rajin lo ngirim surat :D standar suratnya selalu sama, dibuka oleh pertanyaan soal kabar saya, kemudian petuah dan kegiatannya saat ini, lalu ditutup dengan kata-kata, "ingat masa depan", nyuruh kawin maksudnya :)) dan reaksi saya terhadap semua surat itu sama, terharu dan mengiyakan di awal-awal surat, lalu ngomel-ngomel dan nggak mau bales surat pas baca alenia terakhir, saya benci kata-kata "masa depan" yang selalu digunakan :))
Akhirnya, selalu saya membalas surat hanya dengan menelpon saja. Oh, tiap hari mamah nelpon & sms, tapi dia gak puas kalau nggak kirim surat :))
Friday, January 14, 2011
Lima
Halo Retno, aku Lily. Aku dapat alamat kamu dari om Gatot, papa kamu, kebetulan om aku, adalah temen papa kamu, dan beliau mampir ke rumahku kemarin, sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya.
Om Gatot bilang, kalau putrinya seumuran denganku, dan sama-sama suka mengoleksi perangko, juga berkirim surat dengan sahabat pena.
Aku sekarang sudah kelas dua SMA, mungkin nanti kelas 3, aku pengen ambil jurusan bahasa, kamu juga kan?
Hahaha... Om Gatot cerita banyak soal kamu, jadi aku merasa sudah kenal kamu duluan.
Gimana sekolah kamu? Seru gak? Kalau sekolahku ya gitulah, biasa aja, maklum sekolah kampung. Ramenya cuma pas tujuh belas Agustus-an, sama kalau lagi ultah sekolah. Ada perlombaan macam-macam. Aku sih selalu ikut lomba renang.
Balas suratku ya Ret, cerita-cerita yaaaa...
Salam,
Lily
Note:
Posting ini untuk pastisisapi #30HariMenulisSuratCinta sekaligus memenuhi kuota 360 cerita *curang* :))
Ini memang bukan surat cinta menye-menye sih, tapi gak pa-pa lah ya... karena tiba-tiba, saya ingat Retno, sahabat pena waktu jaman SMA, kurang lebih, memang seperti itulah yang saya tulis untuk Retno di surat pertama :)) Entah, di mana Retno sekarang. Mana tau, dari posting ini kami jadi ketemu lagi :) semoga gitu...
Random
Narasi TV: "Jadi pemirsa, kami harus bermalam di sampan ini, di tengah-tengah lautan yang sunyi dan tidak ada apa-apa ini"
Tono: "Yakin gak ada apa-apa? Nyamuk juga gak ada?"
Tini: "Gak ada kaleee nyamuk, nyamuk kan gak bisa berenang, di tengah laut gitu, dia kalo capek, hinggap di mana?"
Tono: "Oh iya, kamu benar"
Tini: "Klo terbang dari Jakarta ke Nganjuk, kayanya bisa tu nyamuk"
Tono: "Yang bener? Kan jauh..."
Tini: "Terbang di dalam bis malem, cooong... Dapet makan, bisa istirahat pula klo capek terbang"
Tono: "Kmu benar-benar cerdas!"
Terlambat
Tuesday, January 11, 2011
aaaaaaah.....
Kemarin lupa gak posting 360 cerita, padahal baru hari kelima. Ya sudah, hari ini kudu dobel... nah loooo....
err... jadinya gak pernah nge-blog biasa lagi dong... nge-blog deh, tapi jarang2 aja :)) abis juga gak tau lagi, apa yang mesti diceritain, gak ada yang menarik.
Ya sutra, mari kita selesaikan.
Sunday, January 09, 2011
Empat
Aku melirik Ken yang tidur tertekuk di kursinya. Dia masih saja tampan meskipun berada dalam posisi tertekuk dan kucel seperti itu. Kami telah delapan jam lepas landas dari Paris. Meninggalkan sejenak kota yang telah menerima kami selama lima tahun terakhir ini. Belum-belum, aku sudah merindukan teras kami yang cuma sepetak, sofa biru dan dapur yang cuma dua jengkal. Aku sudah merindukan apartemen kotak karton kami.


















